INAnews.co.id, Jakarta– Peneliti senior Ikrar Nusa Bhakti mendesak Indonesia untuk mempertimbangkan mundur dari Board of Peace (BOP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, apabila forum perdamaian tersebut terbukti menyimpang dari resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penegasan itu disampaikan Ikrar melalui kanal YouTube-nya, Rabu (18/2/2026), di tengah masih adanya perbedaan persepsi di dalam negeri mengenai keterlibatan Indonesia dalam BOP.
“Kalau ini ternyata tidak sesuai, sebaiknya Indonesia mundur dari BOP,” kata Ikrar.
Ikrar mengingatkan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam forum apapun harus tetap berpijak pada politik luar negeri bebas dan aktif, sejalan dengan semangat Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung yang secara tegas mendukung kemerdekaan Palestina.
Ia mengapresiasi sinyal yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia siap meninggalkan BOP jika forum tersebut tidak sesuai dengan kepentingan nasional maupun kepentingan rakyat Palestina. Menurut Ikrar, pertemuan Prabowo dengan Trump di Washington DC menjadi momen krusial untuk menegaskan sikap tersebut.
Ikrar juga menyoroti pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono yang telah menemui Sekretaris Jenderal PBB dan menjamin bahwa keterlibatan Indonesia tidak akan melanggar keputusan PBB. Namun Ikrar menilai jaminan itu perlu dibuktikan secara konkret dalam praktiknya.






