Menu

Mode Gelap
Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi MBG Mulia tapi Rawan Bocor, Budayawan Minta Audit Terbuka Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat Presiden Prabowo Saksikan Kemitraan Danantara–Arm, Indonesia Percepat Lompatan Industri Semikonduktor

EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Sulit Tercapai, Kekhawatiran Ekonom

badge-check


					Foto: dok. swa Perbesar

Foto: dok. swa

INAnews.co.id, Jakarta– Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 tercatat 5,11 persen, meleset dari target pemerintah sebesar 5,2 persen yang tertuang dalam APBN 2025. Angka ini memicu kekhawatiran ekonom bahwa target pertumbuhan 5,4 persen di tahun 2026 akan semakin sulit dicapai.

“Tidak tercapainya target di tahun kemarin ini menjadi alarm bagi pemerintah. Ternyata tidak cukup hanya disontek 200 triliun, tidak cukup hanya dengan berbagai stimulus yang sudah dikeluarkan,” ujar Eko Listiyanto, Direktur Pengembangan Big Data INDEF, dalam diskusi publik bertajuk “Pertumbuhan di Tengah Gejolak Pasar Saham”, Kamis (6/2/2026).

Meskipun pertumbuhan triwulan IV-2025 mencapai 5,39 persen, didorong oleh momentum Natal dan libur akhir tahun, INDEF menilai konsumsi rumah tangga masih tertekan dengan pertumbuhan hanya 4,98 persen. Angka ini jauh di bawah level optimal pra-COVID yang berada di atas 5 persen.

“Konsumsi kita masih sakit, sehingga harus dilakukan upaya-upaya penyehatan,” tegas Eko.

Dari sisi belanja pemerintah, pertumbuhan anjlok tajam menjadi 2,5 persen pada 2025, dari 6,7 persen di tahun sebelumnya, akibat kebijakan efisiensi di awal tahun yang mengganggu penyerapan anggaran.

INDEF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 hanya mencapai 5 persen jika tidak ada langkah ekstra dari pemerintah. Lembaga riset ini merekomendasikan percepatan belanja fiskal di triwulan pertama untuk memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Komentar Pengamat soal Alfamart dan Indomaret Harus Tutup karena Bisa Rugikan Kopdes

24 Februari 2026 - 19:17 WIB

KUHP dan KUHAP Baru Dinilai Berpotensi Perluas Kriminalisasi Dunia Usaha

23 Februari 2026 - 04:13 WIB

Populer EKONOMI