Menu

Mode Gelap
Prabowo di US-Indonesia Business Roundtable Summit: Indonesia Bukan Pasar Biasa Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos Tragedi Berdarah Agustus: Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Pasca-Reformasi 125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah Lingkungan Hidup di Kaimana: Harmoni Alam yang Perlu Dijaga Bersama Prabowo di Washington: RI Tak Pernah Sekali Pun Gagal Bayar Utang

GLOBAL

Prabowo di US-Indonesia Business Roundtable Summit: Indonesia Bukan Pasar Biasa

badge-check


					Foto: US-Indonesia Business Roundtable Summit/tangkapan layar Perbesar

Foto: US-Indonesia Business Roundtable Summit/tangkapan layar

INAnews.co.id, Washington- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tampil percaya diri di hadapan para pemimpin bisnis Amerika Serikat dalam US-Indonesia Business Roundtable Summit di Washington DC, Selasa (18/2/2026). Dalam pidatonya yang lugas dan penuh data, Prabowo memaparkan capaian satu tahun pertama pemerintahannya sekaligus menegaskan komitmen Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang bagi investor Amerika.

Efisiensi Anggaran: “Saya Mulai Lebih Dulu dari DOGE”

Salah satu pernyataan yang paling mencuri perhatian adalah pengakuan Prabowo bahwa dalam tiga bulan pertama menjabat, ia berhasil menghemat sekitar 18 miliar dolar AS (sekitar Rp290 triliun) dari anggaran negara — hasil pemangkasan program tidak produktif, perjalanan dinas berlebihan, hingga upacara seremonial yang menguras kas negara.

“Saya pikir ini mirip dengan yang dicoba di Amerika Serikat melalui DOGE — Departemen Efisiensi Pemerintah. Tapi saya harus bilang, saya mulai lebih dulu beberapa bulan sebelumnya,” ujar Prabowo disambut tawa hadirin.

Ia menceritakan bahwa setiap kementerian, pemerintah daerah, hingga kabupaten memiliki tradisi perayaan ulang tahun institusi yang menghabiskan anggaran signifikan. Langkah pertamanya: membatalkan semua acara seremonial berskala besar. “Rayakan di dalam kantor, mungkin dengan makan siang sederhana. Mari kita pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk rakyat,” tegasnya.

Penghematan ini, kata Prabowo, bukan sekadar efisiensi — melainkan realokasi dana yang sebelumnya berpotensi bocor ke praktik korupsi. “Uang ini saya gunakan kembali untuk program nyata yang menyentuh kehidupan rakyat.”

Perjanjian Dagang Bersejarah dan Sinyal Kepastian bagi Investor

Kunjungan Prabowo ke Washington DC bukan hanya ajang diplomasi — ia juga datang untuk menandatangani perjanjian perdagangan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menyebut perjanjian ini sebagai sinyal kuat bahwa kedua negara memilih kerja sama ekonomi yang lebih dalam, akses pasar yang lebih luas, dan kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha.

“Kepastian itu penting. Tidak ada investor yang mau masuk ke situasi yang penuh ketidakpastian dan instabilitas,” kata Prabowo.

Investasi Amerika di Indonesia kini telah melampaui 60 miliar dolar AS, sementara total investasi asing langsung (FDI) Indonesia pada tahun lalu mencapai 53 miliar dolar — angka yang ia sebut sebagai cerminan kepercayaan nyata terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen dan Target Lebih Tinggi di 2025

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tumbuh secara konsisten di atas 5 persen dan menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan akan jauh lebih tinggi tahun ini. “Indikator nyatanya sudah mulai terlihat,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah fondasi kuat yang dimiliki Indonesia: disiplin fiskal yang terjaga, inflasi yang terkendali, demografi yang produktif, dan sumber daya alam yang melimpah — termasuk cadangan rare earth (tanah jarang) yang disebutnya masuk dalam jajaran terbesar di dunia.

“Bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia bukan hanya pasar yang menarik — kami berharap bisa menjadi basis produksi dan mitra strategis di kawasan.”

Program Makan Bergizi Gratis: Investasi Terbaik untuk Masa Depan

Prabowo juga memaparkan program andalan pemerintahannya: Makan Bergizi Gratis, yang ia sebut terinspirasi dari pengalaman Amerika Serikat dan negara-negara Eropa yang telah menjalankan program serupa selama puluhan tahun.

Ia mengungkapkan bahwa saat berkampanye dan menjelajahi pelosok Indonesia, ia terkejut menemukan anak-anak yang tampak berusia 4–6 tahun ternyata berusia 10–12 tahun. “Saya pelajari bahwa 25 persen anak-anak Indonesia mengalami stunting. Ini tidak bisa kita terima,” tegasnya.

Program ini kini telah memiliki 23.000 dapur yang tersebar di seluruh Indonesia, masing-masing menyerap sekitar 50 tenaga kerja — sebagian besar ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak berpenghasilan. Efek berganda terasa hingga ke sektor pertanian: tiap dapur membutuhkan pasokan rutin telur, ayam, sayuran, dan hasil bumi lainnya dari petani lokal.

“Para pelaku usaha yang tergabung dalam Apindo melaporkan bahwa konsumsi domestik pada Januari lalu adalah yang tertinggi dalam 10–15 tahun terakhir. Dan mereka bilang itu karena program makan bergizi gratis,” ungkap Prabowo.

Ia mengutip temuan dari Rockefeller Institute yang menyatakan bahwa setiap 1 dolar yang diinvestasikan dalam program makan anak akan menghasilkan return minimal 7 dolar dalam jangka menengah, dan bisa mencapai 35 kali lipat dalam jangka panjang.

Digitalisasi Pendidikan hingga Papua

Di bidang pendidikan, Prabowo mengumumkan bahwa pada akhir Desember 2025, pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 280.000 layar interaktif digital ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia — termasuk di daerah terpencil di Papua dan kepulauan terluar.

“Target saya: sebelum masa jabatan saya berakhir, semua ruang kelas di semua sekolah Indonesia akan memiliki layar interaktif ini, lengkap dengan kurikulum digital dan fasilitas distance learning dari guru-guru terbaik secara nasional,” ujarnya.

Sovereign Wealth Fund Dantara dan 18 Proyek Hilirisasi Baru

Prabowo turut memperkenalkan Danantara, dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) baru Indonesia yang mengonsolidasikan aset-aset BUMN, yang genap beroperasi satu tahun pada 24 Februari mendatang.

Dantara disebut akan menjadi mesin utama dalam mendorong 18 proyek hilirisasi baru yang dimulai tahun ini, ditambah proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) senilai 3 miliar dolar — langkah strategis dalam transisi energi yang pragmatis dan terukur.

Kebijakan Luar Negeri: 1.000 Teman, Nol Musuh

Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan kembali prinsip kebijakan luar negeri Indonesia yang non-blok dan bertetangga baik. “Saya berpegang pada prinsip: 1.000 teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Amerika Serikat adalah sahabat lama Indonesia — sejak mendukung perjuangan kemerdekaan hingga bantuan pangan di era 1960-an melalui program PL-480. “Kami tidak melupakan sejarah itu, dan kami terus menceritakannya kepada generasi muda Indonesia.”

Prabowo mengakhiri sambutannya dengan mengundang para pemimpin bisnis AS untuk datang langsung ke Indonesia. “Mari kita hasilkan uang bersama. Saling menguntungkan. Itulah prinsip bisnis yang saya pelajari sebelum terjun ke politik — dan itulah yang kami tawarkan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tragedi Berdarah Agustus: Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Pasca-Reformasi

20 Februari 2026 - 16:47 WIB

Prabowo di Washington: RI Tak Pernah Sekali Pun Gagal Bayar Utang

20 Februari 2026 - 12:56 WIB

BOP Versi Trump Bukan untuk Palestina, tapi untuk Kepentingan Keluarganya

19 Februari 2026 - 21:56 WIB

Populer GLOBAL