Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

POLITIK

Presiden Setuju Bentuk Forum Komunikasi Intensif dengan Tokoh Agama Islam

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Presiden menyetujui pembentukan mekanisme komunikasi yang lebih kuat dengan pimpinan ormas Islam dan tokoh-tokoh agama. Keputusan ini diambil dalam pertemuan ketiga antara Presiden dengan ormas keagamaan yang dihadiri 16 organisasi Islam serta kiai sepuh dari berbagai daerah.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan, Presiden menyetujui perlunya upaya konsolidasi dan komunikasi yang lebih intens. “Nanti akan dibicarakan mekanisme yang bisa dibuat untuk melakukan itu,” katanya, Selasa.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menambahkan, Presiden sangat terbuka dan terlihat menikmati diskusi dengan para pemimpin keagamaan. “Sangat terbuka. Tadi Presiden juga kelihatan sangat menikmati diskusi dengan pimpinan-pimpinan keagamaan, terutama para kiai, para ulama, pimpinan pondok pesantren,” ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung dengan suasana cair tersebut tidak hanya membahas isu Palestina, tetapi juga berbagai masalah domestik. Para tokoh agama memberikan penguatan dan masukan kepada Presiden terkait berbagai kebijakan.

“Alhamdulillah sangat cair dan Bapak Presiden menerima baik. Beliau menjawab, ‘Terima kasih masukan-masukannya,’ yang pada akhirnya tentu ini semua insyaallah untuk Palestina dan juga untuk kita di Indonesia,” ungkap Ketua Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin.

Forum komunikasi intensif ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam mengambil kebijakan-kebijakan strategis, baik untuk kepentingan domestik maupun dukungan terhadap Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

25 Februari 2026 - 16:05 WIB

Populer POLITIK