INAnews.co.id, Jakarta– Analis politik dan militer Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting, memprediksi reshuffle atau perombakan kabinet akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto setelah Idul Fitri. Sejumlah kementerian yang dinilai “bobol” disebut sudah masuk dalam radar evaluasi presiden.
“Mau tidak mau harus dilakukan yang bobol-bobol,” kata Selamat Ginting dalam wawancara di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa (17/2/2026).
Ia menyebut Kementerian Kehutanan sebagai salah satu yang bermasalah, merujuk pada penggeledahan oleh kejaksaan ke kediaman mantan Menteri Kehutanan Siti Nurbaya. Menurutnya, hal itu mengindikasikan masih ada persoalan serius yang berkembang di kementerian tersebut.
Selamat Ginting juga mengungkapkan bahwa Prabowo disebut memiliki gaya evaluasi yang tidak lazim. Setiap menteri diberikan target waktu yang terus diperpendek secara tiba-tiba sebagai bentuk ujian kinerja. “Menteri Pertanian bilang butuh satu tahun, Prabowo minta enam bulan, lalu tiba-tiba empat bulan, lalu dua bulan,” ujarnya.
Namun demikian, Selamat Ginting mengingatkan bahwa Prabowo tidak akan mengumumkan reshuffle secara terbuka atau mengikuti tekanan publik. “Selalu gaya Prabowo itu gaya surprise. Semakin kita menekan dia, semakin dia lari dari tekanan itu,” katanya.






