Menu

Mode Gelap
Prabowo di US-Indonesia Business Roundtable Summit: Indonesia Bukan Pasar Biasa Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos Tragedi Berdarah Agustus: Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Pasca-Reformasi 125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah Lingkungan Hidup di Kaimana: Harmoni Alam yang Perlu Dijaga Bersama Prabowo di Washington: RI Tak Pernah Sekali Pun Gagal Bayar Utang

POLITIK

Soal Reshuffle Kabinet: Prabowo Tidak Mau Ditebak

badge-check


					Foto; dok. TIMES Indonesia Perbesar

Foto; dok. TIMES Indonesia

INAnews.co.id, Jakarta- Mahfud MD menilai spekulasi mengenai pergantian menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto berulang kali meleset karena Prabowo memang tidak ingin ditebak arah keputusannya. Pernyataan ini menanggapi ramainya isu reshuffle yang sempat dihembuskan berbagai pihak, termasuk pernyataan Utusan Khusus Presiden Hasyim Djojohadikusumo soal rencana pencopotan pejabat.

“Pak Prabowo itu presiden yang unik. Dia tidak mau ditebak-tebak, sehingga semua ramalan kacau,” kata Mahfud dalam podcast Terus Terang yang diunggah Selasa (17/2/2026). Ia membandingkan gaya Prabowo dengan Presiden Soeharto yang juga dikenal tidak memberikan sinyal sebelum mengambil keputusan penting.

Mahfud menambahkan bahwa pergantian di level menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden dan tidak ada kriteria baku yang bisa digugat publik. Ia justru mencatat bahwa Prabowo diam-diam telah melakukan sejumlah perubahan, seperti mundurnya pejabat OJK dan Bursa Efek Indonesia, tanpa didahului pemberitaan apapun. “Yang dikatakan itu dilakukan, tapi diam-diam. Tidak ada yang tahu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah

20 Februari 2026 - 15:58 WIB

DPR Bungkam soal Kekacauan MBG, Malah Sibuk Jual Dukungan untuk Pilpres 2029

18 Februari 2026 - 23:56 WIB

Pejabat dan Keluarga Kuasai Dapur MBG, Abraham Samad: Konflik Kepentingan Terang-Terangan

18 Februari 2026 - 19:52 WIB

Populer POLITIK