INAnews.co.id, Jakarta– Kunjungan Duta Besar Iran yang memilih menemui mantan presiden Joko Widodo, Jusuf Kalla, dan Megawati Soekarnoputri, alih-alih Presiden Prabowo Subianto, dinilai pengamat politik Muhammad Said Didu sebagai sinyal diplomatik yang serius dan disengaja.
“Tidak mungkin seorang duta besar melakukan itu tanpa sinyal,” ujar Said Didu dalam pertemuan yang diunggah di kanal YouTube-nya, Selasa (7/4/2025).
Menurut Didu, langkah duta besar tersebut bukan kebetulan. Seorang pejabat resmi negara yang memilih berhubungan dengan tokoh di luar pemerintahan merupakan pesan terstruktur dari komunitas internasional bahwa Indonesia di bawah Prabowo semakin kehilangan kepercayaan global.
Ia mendesak Menteri Luar Negeri Sugiono peka terhadap sinyal semacam ini. Said Didu bahkan memperingatkan bahwa jika dibiarkan, duta besar negara-negara lain pun bisa mengikuti pola serupa.






