Menu

Mode Gelap
Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG

METRO

Red Hat Open Innovation Labs Untuk Percepat Pencapaian Hasil Bisnis

badge-check


					Red Hat Open Innovation Labs Untuk Percepat Pencapaian Hasil Bisnis Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, hari ini mengungkapkan bahwa semakin banyak perusahaan enterprise di Asia Pasifik yang ingin menerapkan inovasi terbuka untuk mempercepat pencapaian hasil bisnis. Hal ini ditunjukkan oleh sejumlah perusahaan di Australia, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, dan Singapura yang berpartisipasi dalam program residensi Red Hat Open Innovation Labs di wilayah Asia Pasifik.

Dilincurkan pada tahun 2017 di Asia Pasifik,  Red Hat Open Innovation Labs dirancang untuk menghadirkan lingkungan yang mendalam, kolaboratif, dan bersifat menetap yang mempromosikan inovasi dan pengembangan yang cepat. Beberapa perusahaan yang berpartisipasi dalam program ini termasuk:

  • Heritage Bank (Australia)
  • The University of Adelaide (Australia)
  • National Stock Exchange Of India (NSE) (India)
  • Fukuoka Financial Group (Jepang)
  • ST Engineering (Singapura)

Lingkungan bisnis yang bergerak cepat saat ini menuntut perusahaan untuk terus berinovasi guna mengimbangi lanskap bisnis yang berubah, jika tidak ingin berisiko tertinggal. Red Hat Open Innovation Labs membantu perusahaan-perusahaan enterprise mencapai hal itu dengan memungkinkan mereka bekerja sama secara erat dengan para ahli Red Hat untuk memecahkan tantangan bisnis mereka dengan cara yang dipercepat melalui teknologi open source. Berlangsung antara satu hingga tiga bulan, program residensi ini dapat dilaksanakan di laboratorium fisik Red Hat atau di lab pop-up atau di lokasi pelanggan.

 

Selama program berlangsung, pelanggan mendapatkan pengalaman langsung tentang cara menerapkan metodologi pengembangan yang lincah (agilemethodology) dan praktik DevOps untuk memecahkan masalah turun-temurun atau mengatasi tantangan baru seperti mengembangkan aplikasi cloud-native.

 

National Stock Exchange of India, misalnya, tidak hanya memodernisasi aplikasi e-IPO selama masa residensinya, tetapi juga mengadopsi strategi DevOps yang membantunya menghadirkan layanan baru ke pasar secara lebih cepat. Fukuoka Financial Group memanfaatkan keterlibatan Red Hat Innovation Labs untuk mempertajam daya saingnya dengan memperlengkapi staf mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan guna menghadirkan kapabilitas pengembangan in-house dan mempercepat inovasi.

 

Pelanggan juga dapat menyaksikan bagaimana prinsip terbuka dan budaya terbuka membantu mempercepat inovasi melalui Red Hat Open Innovation Labs. Dalam kasus Heritage Bank, tim TI mereka belajar bagaimana menerapkan prinsip-prinsip open source untuk mengintegrasikan tim lintas fungsi, teknologi, dan proses selama program residensi. Dengan melakukan hal tersebut, Heritage Bank kini dapat menjawab tuntutan bisnis yang tengah berkembang secara cepat dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

 

John Allessio, Senior Vice President and General Manager of Global Services, Red Hat “Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik menyadari perlunya menanamkan inovasi ke dalam DNA perusahaan mereka. Dengan demikian, mereka akan dapat mendorong pertumbuhan dan menangani tantangan tidak terduga di masa depan secara lebih efektif. Kami senang dapat membantu perusahaan enterprise dalam mengadopsi pendekatan terbuka Red Hat untuk membangun tim berkinerja tinggi dan mandiri yang dapat membantu perusahaan dalam mengatasi perubahan dengan cara yang lincah dan menangkap peluang-peluang baru.”

 

Koji Yokota, Director and Executive Officer, Fukuoka Financial Group, Inc               

“Proses pengembangan aplikasi tradisional dan kurangnya keterampilan internal menghambat kami untuk berinovasi secara cukup cepat guna mengimbangi pesaing kami dan permintaan pelanggan yang terus berkembang. Red Hat Open Innovation Labs telah membantu kami dalammenerapkan inovasi terbuka dan agile development, yang akan memungkinkan kami untuk menghadirkan nilai bisnis yang meningkat dan terus berinovasi dengan cepat.”

 

Wayne Marchant, CIO, Heritage Bank

“Program residensi Red Hat Open Innovation Labs telah menjadi katalisator transformasi bisnis kami dengan membantu kami menerapkan budaya inovasi. Dengan memberdayakan tim kolaboratif yang berfokus pada tujuan tunggal melalui tool-toolopen source, kami telah memperoleh kemampuan untuk mempertahankan inovasi dan secara efisien menghadirkan layanan baru yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Realitas Beban Ganda yang Masih Dihadapi Perempuan Indonesia

7 Januari 2026 - 08:21 WIB

Perkuat Solidaritas HIPPERPALA Indonesia Gelar Silaturahmi Camp

1 Januari 2026 - 23:09 WIB

Jangan Makan Buah Berlebihan

31 Desember 2025 - 12:20 WIB

Populer GAYA HIDUP