Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

UPDATE NEWS

Pengamat Nilai , Kasus Garuda Ada Upaya Hancurkan Reputasi Ari Ashkara

badge-check


					Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia , Ari Ashkara (foto : net) Perbesar

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia , Ari Ashkara (foto : net)

INAnews.co.id , Jakarta – Polemik Kasus Garuda dinilai telah mengaburkan penilaian publik baik secara personal maupun secara korporasi terhadap PT Garuda Indonesia.

Menurut Pengamat Politik sekaligus Aktivis 98, Irwan Suhanto di era disrupsi media dimana informasi mengalir nyaris tak terbendung, publik terlanjur dicekoki dengan isu-isu yang mengaburkan masalah sebenarnya.

“Di era seperti saat ini, sangat mudah untuk mencuatkan isu-isu meskipun isunya belum tentu benar, dan mengarahkan opini publik terhadap suatu permasalahan, termasuk polemik kasus Garuda dan dugaan penyelundupan spare part motor Harley Davidson dan sepeda Brompton beberapa waktu lalu,” kata Irwan Suhanto dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu 21 Desember 2019.

Menurut Irwan, ada upaya yang sangat sistematis dalam kasus penyelundupan spare part motor Harley di pesawat Airbus A330-900 milik PT Garuda Indonesia, beberapa waktu lalu.

Irwan menuturkan, ada upaya untuk menghancurkan reputasi Ari Askhara yang tengah menjabat sebagai Dirut Garuda kala itu.

Mulai dari eksploitasi kasus yang baru dilakukan di bulan Desember, padahal kasusnya sendiri sudah diketahui sejak November, kemudian isu mengenai ‘gundik’ yang secara tiba-tiba mencuat.

“Kalau diperhatikan, kasusnya sendiri sebenarnya sudah ada sejak November, tetapi baru diramaikan di bulan Desember, diikuti dengan persoalan personal eks Dirut Garuda mengenai ‘pergundikan’yang dicuitkan oleh akun anonym social media untuk merusak reputasi, ” ujar Irwan.

Tambahnya , setelah itu dilakukan pencopotan dan menurut Irwan ada kesalahan prosedur.

“Anehnya, setelah pengungkapan spare part Harley dan persoalan personal, baru dilakukan penyidikan, prosedurnya saja sudah salah,” kata Irwan.

Menurutnya, seharusnya dalam kasus ini seharusnya tetap berdasarkan asas praduga tak bersalah sebelum terbukti melakukan kesalahan.

Namun yang terjadi, sebelum proses hukum dimulai, Kementerian BUMN langsung melakukan pencopotan.

“Di negara hukum seperti Indonesia kita berikan asas praduga tak bersalah dulu sebelum kita cari kesalahan, ada seorang pejabat negara sudah ditetapkan oleh KPK masih menjabat ditangkap ditahan baru dicopot dari jabatannya,” Irwan dia.

Pasalnya, kasus Garuda bertepatan dengan terbongkarnya kasus BUMN yang merugi hingga triliunan, seperti Jiwasraya dan BTN.

“Jadi kasus ini seperti udang di balik batu, digembar gemborkan untuk menutupi keboborokan lainnya,” kata dia.

Menurut Irwan, publik harus belajar untuk memilah informasi yang terlanjur mengalir deras baik di media maupun social media sehingga tidak kehilangan fokus.

“Saya berharap, publik menjadi lebih ‘aware’ terhadap isu yang berdear di era disrupsi media saat ini dan menyikapi dengan objektif setiap permasalahan termasuk permasalahan Garuda. Ada hal-hal yang jauh lebih krusial di tubuh BUMN selain isu Garuda Indonesia ini,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL