Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Dirjen Hubud Kemenhub Minta Hasil RUPSLB Garuda Ditindaklanjuti Secara Resmi

badge-check


					Dirjen Hubud Kemenhub Minta Hasil RUPSLB Garuda Ditindaklanjuti Secara Resmi Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyambut baik atas penetapan Jajaran Direksi PT. Garuda Indonesia yang telah ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

RUPSLB dihadiri oleh pemegang saham Garuda Indonesia, dari 90.34% keseluruhan pemegang saham.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, menyampaikan “agar PT. Garuda Indonesia secara resmi segera menindaklanjuti dengan melaporkan pergantian jajaran direksi tersebut kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk diproses sesuai peraturan perundang-undangan” tutur Polana.

Polana menambahkan, Jajaran Direksi PT. Garuda Indonesia harus tetap memiliki komitmen terhadap keselamatan, keamanan dan pelayanan, mengingat safety level Indonesia dimata internasional sudah baik.

RUPSLB 2020 menyetujui penunjukan Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama PT. Garuda Indonesia dan Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama PT. Garuda Indonesia .

Hal ini, dilakukan guna menindaklanjuti Keputusan Dewan Komisaris perihal Pemberhentian Sementara Direktur Utama dan beberapa Jajaran Direksi PT. Garuda Indonesia yang menjabat sejak September 2018 lalu.

“Maskapai merupakan salah satu unsur utama dalam bisnis operasional penerbangan, sehingga pengelolaannya wajib dikaji dengan matang. Seperti yang saya sampaikan Siapapun jajaran direksi harus tetap berkomitmen terhadap keselamatan. Bagi kami regulator, keselamatan adalah yang utama “no go item” tutup Polana.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI