Menu

Mode Gelap
Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

EKONOMI

Musim Haji 2020 Operasional Penerbangan Haji Gunakan 4 Maskapai

badge-check


					Menteri Agama Fachrul Razi Perbesar

Menteri Agama Fachrul Razi

INAnews.co.id, Jakarta – Kementerian Agama telah menetapkan bahwa musim haji 2020, akan ada penambahan dua maskapai penerbangan dalam operasional haji Indonesia.

Sehingga total maskapai yang digunakan ada empat, yakni Garuda Indonesia Airlines, Saudi Arabia Airlines, Citylink, dan Flynas.

Pada tahun-tahun sebelumnya operasional penerbangan haji hanya dilakukan oleh dua maskapai saja, yakni, Garuda Indonesia Airline dan Saudi Arabia Airline.

Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi menjelaskan hal itu saat usai membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama tahun 2020, di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya, jajaran Kemenag berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan layanan bagi umat beragama, termasuk urusan haji.

“Masalah haji ini sangat luar biasa kemajuannya yang dilakukan oleh teman-teman di Kemenag ini. Saya sangat senang sekali. Misalnya penerbangan sekarang bukan cuma dua (maskapai), sudah empat. Kita lihat lebih bersaing harganya,” ungkap Menag melalui keterangan resmi Kemenag.

Keempat maskapai yang akan melayani operasional penerbangan haji tersebut, kata dia, telah melalui seluruh tahapan lelang, dan memiliki kualifikasi yang memenuhi syarat.

“Sudah (proses lelangnya). Dan pesawatnya, pesawat-pesawat bagus,” jelas Menag.

Menurut Menag, dalam proses pengadaan yang dilakukan, Kemenag menentukan spesifikasi pesawat yang digunakan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan jemaah haji.

“Kita tentukan spesifikasi pesawatnya. Kita tentukan pesawatnya tidak boleh pesawat tua. Jenis pesawatnya juga kita tentukan. Paling nggak 747 atau boeing yang selevel itu,” ungkapnya.

Selain penambahan jumlah operator penerbangan, beberapa perbaikan haji lainnya pun dilakukan Kemenag. Antara lain, penambahan fasilitas fast track yang semula hanya dilakukan di Bandara Soekarno Hatta, kini akan dinikmati juga oleh 38ribu jemaah haji yang berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya.

Disamping itu, Kemenag juga akan menambah jumlah katering di Makkah yang semula hanya 40 kali menjadi 50 kali.

” Yang terbaru, kita juga akan menggunakan Bandara Kertajati untuk memberangkatkan jemaah haji. Jadi mulai tahun ini, jemaah haji asal Jawa Barat dapat berangkat ke tanah suci langsung dari kampung halamannya,” tutur Menag.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam

12 Januari 2026 - 19:39 WIB

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal

12 Januari 2026 - 14:38 WIB

Populer EKONOMI