Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Wow, Dipicu Heboh Kasus Virus Corona, Harga Masker Melonjak Naik

badge-check


					Wow, Dipicu Heboh Kasus Virus Corona, Harga Masker Melonjak Naik Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Di tengah merebaknya wabah corona secara global dan wabah Virus corona makin jadi menakutkan, masyarakat pun mulai melakukan banyak langkah antisipasi. Salah satunya dengan penggunaan masker.

Masker untuk pencegah virus corona

Imbas melonjaknya permintaan masker di pasar, akhirnya harga masker pun meroket. Bahkan, di toko online harga masker ada yang mencapai Rp 2 juta lebih per paknya.

Dari penelusuran di beberapa market place e-commerce, Senin (3/2/2020), harga tercatat paling tinggi senilai Rp 3 juta per pak untuk masker jenis N95. Satu pak masker sendiri dari keterangan pelapak berisi 25 masker per satu pak. Dengan jenis yang sama beberapa pelapak lainnya menjual masker dengan harga yang bervariasi. Mulai dari Rp 500 hingga Rp 2,5 jutaan.

Padahal dalam kondisi normal, di pasar saja harga masker per pak satuannya hanya Rp 350 ribu. Itu pun setelah mengalami kenaikan harga dari yang awalnya hanya Rp 200 ribu.

“Harga sebelumnya 200 ribuan, gara-gara heboh virus itu banyak yang cari langsung naik 350 ribu, karena emang barangnya juga susah dicari,” kata Yayat, seorang pedagang alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (4/2/2020).

Para pedagang pun memang mengaku bahwa pasokan masker makin menipis, makanya harganya naik. Pembeli masker N95, menurut salah seorang pegawai apotek bukan hanya perorangan. Petugas kesehatan disebutnya juga banyak belanja masker.

“Biasanya ada dari orang-orang yang beli, ada juga dari rumah sakit, kebanyakan sih dari orang-orang yang beli,” kata Ferdi salah satu pedagang di kios pasar obat pramuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

9 Januari 2026 - 06:35 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Populer NASIONAL