Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

EKONOMI

Mendag Dorong Asosiasi Produsen Gula India Berinvestasi di Indonesia

badge-check


					Sumber photo : Kementerian Perdagangan Perbesar

Sumber photo : Kementerian Perdagangan

INAnews.co.id, New Delhi – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mendorong Asosiasi Pabrik Gula India (Indian Sugar Mills Association/ISMA) untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satunya dengan pengembangan pabrik gula untuk mendukung industri makanan dan minuman di Indonesia, 21/02/20.

Hal ini disampaikan Mendag Agus saat menggelar pertemuan dengan ISMA di New Delhi, India pada hari Jumat (21/). Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Mendag dalam lawatannya ke India pada 19–21 Februari di 2020.

“Dengan membangun pabrik gula di Indonesia, ISMA dapat lebih mudah menyuplai bahan baku untuk industri Indonesia,” kata Mendag Agus.

Menurut Mendag, pihak ISMA akan bekerja sama dengan pelaku usaha di Indonesia dalam pengembangan pabrik gula. Untuk itu, diperlukan peran aktif pemerintah untuk kemudahan investasi.

Mendag menyampaikan, selain investasi, pertemuan juga membahas peningkatan kerja sama perdagangan antara kedua negara. “Pertemuan bertujuan untuk meningkatkan sinergi dengan para pemangku kepentingan India, termasuk ISMA dan anggotanya. Terutama untuk menyelesaikan isu-isu yang menjadi hambatan, agar kedua pihak dapat melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Mendag juga mengungkapkan, ISMA dan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pembelian gula mentah di New Delhi, India, tahun lalu. Dalam MoU tersebut, AGRI akan mendatangkan gula mentah ke Indonesia untuk diolah menjadi gula rafinasi yang akan digunakan untuk keperluan industri.

“Diharapkan MoU ini akan menjadi katalis untuk meningkatkan perdagangan bilateral antara kedua negara, serta mendukung industri dalam negeri,” kata Mendag.

Indonesia, lanjut Mendag, telah mengurangi bea impor untuk gula mentah India berdasarkan skema Persetujuan Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) ASEAN-India menjadi 5 persen. Hal ini memberikan kesamaan level playing field bagi India sehingga setara dengan Australia dan Thailand.

ISMA adalah asosiasi industri tertua di India. Asosiasi ini beranggotakan lebih dari 650 pabrik gula dan memproduksi lebih dari 50 persen total gula India.

 

Sumber : Kementerian Perdagangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal

12 Januari 2026 - 14:38 WIB

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

Populer EKONOMI