Menu

Mode Gelap
Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi

OTOMOTIF

Antisipasi Penurunan Pasar, Honda Fokuskan Strategi Jaga Pasokan dan Layani Pelanggan

badge-check


					Antisipasi Penurunan Pasar, Honda Fokuskan Strategi Jaga Pasokan dan Layani Pelanggan Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Pasar otomotif nasional pada bulan Maret 2020 mulai terdampak oleh pembatasan aktivitas akibat wabah COVID-19 di Indonesia. Untuk mengantisipasi penurunan pasar tersebut, PT Honda Prospect Motor memfokuskan strateginya untuk menjaga tingkat pasokan yang sehat, sekaligus membawa berbagai layanannya ke rumah pelanggan,03/04/2020.

Pada bulan Maret 2020, tercatat sebanyak 10.657 unit mobil Honda terjual di Indonesia atau turun 11% dari bulan sebelumnya. Kontribusi terbesar penjualan di bulan Maret masih berasal dari Honda Brio sebanyak 5.444 unit, diikuti Honda HR-V sebanyak 1.880 unit, Honda CR-V sebanyak 1.151 unit dan Honda Jazz sebanyak 820 unit. Sementara itu, Honda Mobilio terjual sebanyak 745 unit, Honda BR-V sebanyak 390 unit, dan Honda Civic Hatchback RS sebanyak 103 unit.

Sedangkan di jajaran mobil premium, Honda Civic Sedan mencatat penjualan sebanyak 52 unit disusul Honda Odyssey sebanyak 28 unit, Honda City sebanyak 22 unit, Honda Accord sebanyak 20 unit dan Honda Civic Type R sebanyak 2 unit.

Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM, menjelaskan, “Dalam kondisi pasar yang sedang turun saat ini, sangat penting untuk tetap menjaga level stok dan pasokan untuk konsumen agar tetap seimbang dengan permintaan pasar. Karena itu, kami akan melakukan penyesuaian dengan menghentikan sementara aktivitas produksi di pabrik selama 14 hari, mulai tanggal 13 April 2020. Selama masa ini, hanya lini produksi yang berhenti beroperasi sementara operasional lain di pabrik dan Head Office masih tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah saat ini. Kami juga terus memonitor permintaan di pasar untuk mempersiapkan strategi yang tepat dalam menjalankan aktivitas produksi di bulan-bulan mendatang.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

PT Altama Surya Anugerah Berikan Perlindungan Hukum Merek Tekiro, Konsumen Jangan Terkecoh Nama Merek Mirip Tekiro

28 Desember 2025 - 18:46 WIB

Jangan Terkecoh Harga Murah, Hati Hati Banyak Beredar Busi NGK Palsu

18 Desember 2025 - 19:13 WIB

Penghujung Tahun 2025 Blazer Indonesia Club Menggelar Rapat Kerja Nasional

14 Desember 2025 - 17:38 WIB

Populer OTOMOTIF