Menu

Mode Gelap
CWIG Nilai Pengunduran Diri Ketua OJK Mahendra Siregar, Tinggalkan Preseden Buruk Pada Masyarakat Peringati Anniversary Ke Empat VOID DK Jakarta Menggelar AnniVacation Ke Sukabumi Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri usai Insiden Dua Hari Lalu Sidang TPPU Hasbi Hasan: Integritas Jaminan Hakim Bebas Intervensi Legitimasi Pemerintah 80 Persen Vs Demokrasi 20 Persen Marak Makelar Dapur MBG, Kepala BGN Diminta Turun Lapangan Tinjau Dapur 3 T

INDAG

Bitcoin Jatuh Ke Harga Termurah Tahun Ini

badge-check


					Bitcoin (Foto Istimewa) Perbesar

Bitcoin (Foto Istimewa)

INAnews.co.id – Harga Bitcoin jatuh pada perdagangan hari Rabu (14/11), menembus level psikologis $ 6.000 dan membuat harga baru terendah untuk 2018.

Satu Bitcoin (BTCUSD) terakhir dibeli seharga $ 5,466.59, turun 13,6% dari penutupan harga di hari Selasa. Mata uang kripto terbesar ini bahkan mencapai posisi terendah di $ 5,405.97.

BTCUSD gagal berusaha untuk naik lebih tinggi diatas $ 6.500 per bitcoin, ia kehilangan semua momentumnya dan sekarang sejumlah sinyal mengindikasikan harga masih akan turun lagi. Ada perkiraan bahwa jatuhnya harga bitcoin akan menuju hingga kisaran $ 5200 – $ 5300.

Tentu saja penurunan ini telah menghapus sebanyak $ 15 miliar dari kapitalisasi pasar bitcoin, menurut data dari CoinMarketCap. Bahkan aksi jual semakin meluas dan menggerus lebih dari total $ 30 miliar dari nilai semua mata uang kripto.

Pada perdagangan Altcoin, atau cryptocurrency selain bitcoin, menunjukkan kerugian signifikan pula dalam perdagangan hari Rabu. Satu hari setelah jadwal “hardfork” keluar, Bitcoin Cash kehilangan 19,4% menjadi $ 412,30.

Di tempat lain, Eter, turun 16,8% pada $ 169,44, Litecoin, turun 17,1% ke $ 40,58 dan Ripple, turun 16,1% ke 42 sen.

Bitcoin dipasar berjangka juga jatuh bebas pada hari Rabu, dimana pada bursa CME mengalami penurunan 7% dan 13%. Pada akhir sesi, kontrak CME bulan November (BTCX8) turun 14,1% pada $ 5.450 dan di bursa Cboe Global Markets untuk kontrak bulan November (XBTX8), ditutup dengan turun 14% pada $ 5,395. (Al Sattar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam

23 Januari 2026 - 23:35 WIB

Harga Beras Diprediksi Terus Naik Hingga Juni 2026, Program MBG Jadi Pemicu

23 Januari 2026 - 16:19 WIB

Ketergantungan Impor Indonesia pada China Capai 30 Persen, Diversifikasi Mendesak

23 Januari 2026 - 15:18 WIB

Populer INDAG