Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Hipperpala kritisi paslon presiden, lebih penting isu SARA daripada lingkungan

badge-check


					Hipperpala kritisi paslon presiden, lebih penting isu SARA daripada lingkungan Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Aktivis Yayasan Hipperpala Indonesia (Himpunan Persaudaraan Pemuda Pelajar Pecinta Alam – Indonesia) mengkritisi tentang tidak pedulinya para Capres dan Cawapres tentang isu lingkungan lokal maupun global yang harusnya menjadi nadir penting negara ini.

Zaldi Sonata selaku Sekertaris Umum Yayasan Hipperpala Indonesia menganggap sampai saat ini kedua paslon capres dan cawapres masih belum serius memberikan respon tentang permasalahan Lingkungan Hidup. Semua isunya cenderung politis dan hanya retorika belaka.

“Apakah Para TKN (Tim Kampanye Nasional-red) dan BPN (Badan Pemenangan Nasional-red) lupa bahwa kita hidup dari lingkungan bukan dari retorika politik saja,” ungkap Zaldi melalui siaran Persnya (22/11/2018).

Aktivis Lingkungan tersebut juga menganggap bahwa Kedua Capres saat ini lebih sibuk saling serang dan saling menjelek – jelekkan satu sama lainnya dan terus mengembangkan isu SARA dan bukannya bertarung dan adu gagasan terutama gagasan tentang lingkungan hidup.

“Persoalan lingkungan hidup malah di kesampingkan, padahal menurut Zaldi persoalan lingkungan hidup adalah yang paling seksi apabila dimainkan, malah lebih kencang soal isu SARA untuk saling serang politik” ujar Zaldy.

Hal yang lebih parah lagi, menurut Zaldi, Capres pasangan nomor 02 yaitu Prabowo dan Sandi, malah belum berani berjanji tentang lingkungan hidup, mereka hanya sibuk pada isu-isu yang lain.

“Padahal dilihat dari rekam jejak Prabowo mempunyai kedekatan histori dengan para penggiat alam bebas sewaktu menjabat sebagai Danjen Kopassus, apakah BPN tidak mau memainkan isu tentang linkungan hidup,” tuturnya.

Terakhir, Zaldi melalui lembaganya itu pun mengajak dan menyerukan kepada seluruh penggiat lingkungan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pendakian gunung. Baginya, acara tersebut juga sebagai bentuk upaya saling silaturrahmi sekaligus ajang forum diskusi bersama tentang isu lingkungan hidup.

“Yayasan HIPPERPALA Indonesia mengundang seluruh para penggiat alam bebas untuk ikut kegiatan The Jungle Party, Pendakian Silaturasa Lintas Gunung Lawu, Candi Cheto – Cemoro Kandang yang dilaksanakan pada tanggal 23 sampai dengan 26 November 2018. Dalam kegiatan ini kita akan berdiskusi sambil menikmati indahnya alam Indonesia dari ketinggian,” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK