Menu

Mode Gelap
Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

POLITIK

Polri: Kapolri dan Kepolisian Indonesia Netral Dalam Pemilu 2019

badge-check


					Presiden Jokowi dan Kapolri saat memberikan pengarahan Perbesar

Presiden Jokowi dan Kapolri saat memberikan pengarahan

INAnews.co.id , Jakarta – Beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan kunjungan kampanye, di Palembang Sumatera Selatan, bersama tim suksesnya.

Kunjungan yang merupakan kampanye Jokowi diPalembang, sempat memberikan pengarahan pada Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja Sumatera Selatan di The Sultan Convention Center, Palembang.

Dalam paparanya Jokowi mengatakan, “saya optimistis, saya itu bekerja selalu dengan optimisme, apalagi di Sumsel sudah bergabung Pak Syahrial Oesman, Pak Alex Noerdin, dan Pak Herman Deru. Belum tambahan lain lagi. Ada Pak Budi Karya Sumadi, orang sini lo. Ada Pak Erick Thohir juga dari sini,” jelas Jokowi sambil ditayangkan slide foto-foto tokoh Sumsel.

Terlihat dari foto foto tokoh Sumsel terdapat Foto Kapolri Jenderal  Muhammad Tito Karnavian.

” Pak Tito juga dari Palembang, dan Polri sebagai salah satu Institusi Negara harus tetap Netral” tegas Jokowi.

Menanggapi pernyataan Jokowi, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, mengatakan, pada prinsipnya Polri dan Kapolri dalam kontestasi pemilu adalah netral.

“Ketika acara Presiden maka Kapolri dapat mendampingi seperti upacara 17 Agustus, pengarahan kepada kepala desa tentang pembangunan desa, pembangun kehutanan dan pengarahan kepada kepala daerah,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).

“Tapi saat posisi Presiden sebagai capres seperti memberikan pengarahan tim pemenangan dan dialog dengan relawan maka Kapolri tidak dapat mendampingi,” imbuh Brigjen Pol Dedi.

Brigjen Pol Dedi menuturkan kepolisian memiliki paham batas-batas antara tugas dan di luar tugas. Jika Kapolri terlihat hadir pada kegiatan Jokowi, hal itu karena kegiatan tersebut bersifat kunjungan kerja presiden.

Jadi batasan tugas dan di luar tugas, itu jelas. Terkait kunjungan Pak Presiden ke Sumsel , Pak Kapolri dalam hal ini kapasitasnya adalah mendampingi Pak Presiden bersama pejabat terkait,” jelas Brigjen Pol Dedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi

12 Januari 2026 - 21:42 WIB

Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

12 Januari 2026 - 17:47 WIB

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Populer EKONOMI