Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

HUKUM

Jaksa Agung Minta Usut Tuntas Perkara Korupsi Dana KONI 2017

badge-check


					Jaksa Agung Minta Usut Tuntas Perkara Korupsi Dana KONI 2017 Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Jaksa Agung RI Sanitiar (ST) Burhanuddin akan terus lanjutkan proses perkara korupsi bantuan dana KONI Pusat di Kemenpora Tahun Anggaran 2017 .

Hal itu dijelaskan Jaksa Agung pada 20 mei 2020 selepas berbuka puasa.

Jaksa Agung juga menanggapi keterangan Miftahul Ulum yang juga asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrowi saat diperiksa sebagai saksi dalam perkara suap.

Dalam kesaksiannya Miftahul menyatakan bahwa menyerahkan Rp. 3 milyar ke BPK RI melalui Achsanul Qosasi anggota BPK RI .

“Sedangkan Rp. 7 milyar ke Kejaksaan Agung RI yang diterima oleh Adi Togarisman mantan Jampidsus, agar penyidikan perkara tidak dilanjutkan dan menurut yang bersangkutan setelah uang diserahkan terbukti tidak dipanggil lagi,” jelas Burhanudin dalam keterangannya,Rabu 20 mei 2020.

Tambah Burhanudin , bahwa penyidikan perkara dugaan  tipikor bantuan dana KONI Pusat Tahun Anggaran 2017 di Kemenpora RI tetap berjalan hingga tuntas dan tidak akan terpengaruh oleh isu.

Jampidsus Ali Mukartono telah memerintahkan untuk mengusut tuntas dan meminta keterangan kepada pihak-pihak terkait termasuk keterangan dari Miftahul Ulum tersebut.

Menurut Kapuspenkum Hari Setiyono , Jaksa Agung berpesan, kepada Tim Jaksa Penyidik yang menangani perkara ini untuk mengungkap kebenaran isu yang dilontarkan Miftahul Ulum di persidangan tipikor.

“Diperintahkan untuk terus bekerja secara profesional dan penuh rasa tanggung jawab dan jangan terbesit sedikit pun untuk bermain main dalam menangani perkara atau kasus tersebut karena jika terbukti melakukan penyelewengan dalam melaksanakan tugas. Jaksa Agung tidak akan segan-segan menindak tegas siapapun dan dari manapun orang itu,” tegas Hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

25 Februari 2026 - 14:59 WIB

KUHP dan KUHAP Baru Dinilai Berpotensi Perluas Kriminalisasi Dunia Usaha

23 Februari 2026 - 04:13 WIB

Cara Mengembalikan Tren Buruk IPK: Kembalikan KPK ke UU Lama

19 Februari 2026 - 23:59 WIB

Populer KORUPSI