Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

OTOMOTIF

Diko Oktaviano Sebut Dua Kali Ganti Oli, Sekali Ganti Busi!

badge-check


					Diko Oktaviano Sebut Dua Kali Ganti Oli, Sekali Ganti Busi! Perbesar

INAnews.co.id, JAKARTA – Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia kembali melakukan coaching clinic kepada Jurnalis Otomotif soal kinerja busi serta usia pakai di semua kendaraan. Menurutnya, fungsi busi secara garis besar adalah suatu suku cadang yang dipasang pada mesin pembakaran dalam, dengan ujung elektrode pada ruang bakar.

Busi dipasang untuk membakar bensin yang telah dikompres oleh piston. Percikan busi berupa percikan elektrik. Pada bagian tengah busi terdapat elektrode yang dihubungkan dengan kabel ke koil pengapian atau yang biasa disebut ignition coil yang ada di luar busi, dan dengan ground pada bagian bawah busi, membentuk suatu celah percikan di dalam silinder.

“Prinsip dasarnya adalah kembali menjaga busi tetap pada kemampuannya. Yang, pertama busi menghasilkan percikan listrik dan bukan api. Api pun ada karena terbakar dengan udara yang bercampur,” jelas Diko.

Sementara untuk menentukan pembakaran sempurna dan efisien, menurutnya ada tiga komponen utama yang harus dijaga di ruang bakar yaitu good air mixture, good spark, dan good air compression. “Nomor satu dan tiga syaratnya ruang bakar harus sehat. Satu lagi adalah busi,” lanjutnya.

Pihak NGK sebagai brand yang berpengalaman pun melakukan uji laboratorium mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli. Diko menyarankan agar mengganti busi setiap dua kali ganti oli.

“Dua kali ganti oli, satu kali ganti busi. Biasanya seperti itu, kalo buat motor 6.000 km, buat mobil 20.000 km,” ujarnya. Artinya, kata dia, motor itu umumnya ganti oli tiap 3.000 km, sedangkan mobil setiap 10.000 km.

Itu adalah titik pertama ketika busi mengalami erosi atau pengurangan dimensi, alias pelebaran jarak. Pelebaran jarak yang dimaksud adalah jarak antara elektroda pusat dan elektroda massa atau ground.

Diko juga mengatakan bahwa masa penggantian busi setiap brand mobil bisa berbeda. “Tergantung pada masing-masing kinerja mesin. Untuk batasan 6.000 km di mesin motor reguler dan 20.000 km mesin mobil reguler hanyalah perhitungan rata-rata,” jelas Diko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

PT Altama Surya Anugerah Berikan Perlindungan Hukum Merek Tekiro, Konsumen Jangan Terkecoh Nama Merek Mirip Tekiro

28 Desember 2025 - 18:46 WIB

Jangan Terkecoh Harga Murah, Hati Hati Banyak Beredar Busi NGK Palsu

18 Desember 2025 - 19:13 WIB

Penghujung Tahun 2025 Blazer Indonesia Club Menggelar Rapat Kerja Nasional

14 Desember 2025 - 17:38 WIB

Populer OTOMOTIF