Menu

Mode Gelap
Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

HUKUM

Mayat Bayi di saluran Irigasi Bendungan Batujai Lombok Tengah Gegerkan Warga

badge-check


					Mayat Bayi di saluran Irigasi Bendungan Batujai Lombok Tengah Gegerkan Warga Perbesar

INAnews.co.id, Lombok Tengah -Kasus penemuan bayi di wilayah hukum Polres Lombok Tengah kembali terjadi Rabu (10/6) pukul 14.09.

Warga digegerkan oleh penemuan mayat orok bayi di saluran irigasi Bendungan Batujai, Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah. Mayat bayi yang ditemukan itu kondisinya sudah rusak atau tidak utuh.

Kasus penemuan mayat bayi itu saat ini sudah ditangani oleh pihak Polres Lombok Tengah.

Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono mengatakan, bahwa mayat orok bayi itu ditemukan pertama kali oleh Kamarudin dan Lalu Pahrurozi warga Desa Penujak yang saat itu sedang memancing di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dimana pada saat itu saksi melihat sebuah tumpukan yang dibungkus kain yang baunya sangat menyengat.

“Karena penasaran, saat buka bungkusan itu ternyata mayat bayi,” ujar AKP Priyo Suhartono.

Selanjutnya, atas informasi itu pihaknya langsung turun melakukan olah TKP dan mengevakuasi mayat bayi tersebut. Kemudian mayat bayi itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya untuk dilakukan pemeriksaan medis.

“Mayat orok bayi itu dititip di kamar jenasah RSUD Praya untuk kepentingan penyelidikan,” ujarnya.

Dijelaskan, adapun ciri-ciri mayat orok bayi yang ditemukan itu
berjenis kelamin laki- laki, diperkirakan baru lahir, bagian tubuh jari kaki dan jari tangan sudah berbentuk sempurna dan masih terdapat tali pusar.

Mayat orok bayi tersebut sengaja di buang oleh orang tuannya untuk menutupi aib keluarga, karena diperkirakan hasil hubungan gelap.

“Orok bayi tersebut diduga meninggal sekitar 18 jam lalu, dengan cara dihanyutkan kealiran saluran irigasi Bendungan. Karena kondisi bayi dalam keadaan rusak dan mengeluarkan bau serta sebagian organ dalamnya hilang diduga di makan oleh biawak,” jelasnya.

“Pelaku masih lidik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

9 Januari 2026 - 21:57 WIB

KUHAP Baru soal Restorative Justice secara Konsep Kacau, Kata Pakar

8 Januari 2026 - 12:28 WIB

APMM Kepton Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Busel, Wakapolres Buton Instruksikan Penyelesaian dalam Satu Minggu

17 Desember 2025 - 00:45 WIB

Populer KRIMINAL