INAnews.co.id, Jakarta – Kapolri, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., menuturkan bahwa Provinsi Papua menjadi salah satu daerah rawan dan menjadi fokus untuk diantisipasi dalam perhelatan pesta demokrasi tahun 2019 yang akan datang.
“Menjadi atensi kami seperti biasa di Papua karena memiliki sistem noken, daerah pegunungan yang masih ada kelompok bersenjata, menjadi atensi dari Panglima TNI dan saya,” ucap Kapolri usai apel kesiapan TNI membantu Polri dalam pengamanan Natal, Tahun Baru 2019 dan Pemilu 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/18).
Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini mengatakan dalam sisa masa kampanye hingga April 2019 mendatang, masih terus menajdi dinamika dan perubahan di daerah sehingga tak dapat ditentukan sekarang.
TNI guna persiapan melakukan pengamana bersama. ”Kami membuat rencana pengamanan bersama Panglima TNI, selain tingkat nasional juga di daerah khususnya dapil yang kontestasinya cukup hangat,” ungkap Kapolri.
Jenderal Bintang Empat itu mengatakan menghangatnya situasi di daerah pemilihan tertentu yang dipengaruhi pertarungan pileg tingakat DPR, melainkan juga di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Di dapil dinilai lebih rawan karena pertarungan bukan hanya antar partai, melainkan juga satu partai.
Dan didalam kesempatan yang sama, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., mengatakan pasukan ketiga matra TNI siap diterjunkan membantu Polri mengamankan pemilu 2019. “Saat ini yang kami kerahkan saat apel 43.000, dari Polri 9.000. (Semuanya) Lebih dari 50.000. Hampir sama itu TNI yang akan dikerahkan untuk pengamanan pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019,” tegasnya.






