INAnews.co.id, Bogor – Wali Kota Bima Arya langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) penanganan bencana di Balaikota Bogor, Jumat (7/12), usai melakukan peninjauan ke lokasi bencana pasca peristiwa puting beliung.
Dalam Rakornya diketahui data terbaru mengenai jumlah unit rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung dan menurut Bima data tersebut didapat dari para lurah di wilayahnya masing-masing.
“Dari hempasan angin puting beliung kemarin data terbaru ada 8 kelurahan yang mengalami dampaknya, yakni Batutulis, Lawanggintung, Pamoyanan, Cipaku, Ranggamekar, Sukasari, Baranangsiang dan Babakan Pasar. Estimasi kerusakan rumah akibat bencana puting beliung kemarin bertambah jadi 1.697 unit,” ungkapnya di Balaikota Bogor, Jumat (7/12).
Tambah Bima lokasi terparah ada di Kelurahan Batutulis dengan jumlah 472 unit rumah rusak, 280 unit diantaranya rusak berat. Kemudian di wilayah Pamoyanan dengan 452 unit dengan 250 diantaranya rusak berat.
Kemudian, di Cipaku 224 unit, Babakan Pasar 178 unit, Sukasari 139, Lawanggintung 112 unit, Ranggamekar 65 unit dan Baranangsiang 55 unit.
“Saya instruksikan untuk rekan-rekan di wilayah, lakukan pendataan rumah tersebut sesuai kategori, yang mana rusak berat, sedang dan ringan. Harus by name by address. Cek juga status kepemilikan tanah agar tidak terjadi masalah baru,” tegasnya.
Pemkot Bogor sudah membuka Posko Bantuan di bekas PT IMI Cipaku, untuk wilayah Bogor Selatan, Kantor Kecamatan Bogor Timur di Jalan Raya Pajajaran untuk wilayah Bogor Timur.
“Terakhir berada di Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk wilayah Bogor Tengah,” ujar Bima.
Dalam Rakor tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Asisten Pemerintahan Hanafi, Kepala Dinas Sosial Azrin Syamsuddin, Kepala Dinas Perhubungan Rakhmawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Elia Buntang, perwakilan BPBD, Disperumkim, Satpol PP, para Lurah dan Camat se-Kota Bogor.






