Menu

Mode Gelap
Pangsa Pasar Perbankan Syariah Mandek di 7 Persen RUU Ekonomi Syariah Mandek di DPR, Pakar: Butuh Terobosan Bukan Polosan Pemilu 2029 Jadi Uji Kesaktian Jokowi Pasca Pisah dari PDIP Indonesia Terancam Bubble Surat Utang Pemerintah Belanja Pemerintah Agresif justru Lemahkan Sektor Swasta Mengenang Peringatan Faisal Basri Viral: Krisis Ekonomi dan Politik

HUKUM

Daftar Harga Mencapai Rp. 400.000, Biaya Rapid Test Dipertanyakan L-KPK NTB

badge-check


					Daftar Harga Mencapai Rp. 400.000, Biaya Rapid Test Dipertanyakan L-KPK NTB Perbesar

INAnews.co.id, Mataram – Mengingat Surat Edaran (SE) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.02.02/I/2875/2020  terkait biaya rapid test sebesar Rp. 150.000, Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) NTB mempertanyakan hal tersebut apakah sudah di laksanakan oleh semua rumah sakit di indonesia khususnya di NTB.

Lebih lagi Wadirwaster L-KPK NTB Sahril mempertanyakan Apakah  Rumah sakit yang ada di NTB sudah menggunakan tarif sesuai SE Kemenkes RI.

“Perlu kita pertanyakan bahwa SE Kemenkes RI nomor HK.02.02/I/2875/2020 itu sudah dilaksanakan oleh Rumah Sakit di NTB?,” tanya Sahril.

Tak hanya itu, ditemukannya daftar list harga rapid test di dimana harga tersebut beragam mulai dari Rp. 90.000 hingga Rp. 485.000.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr Nurhandini Eka Dewi saat di konfirmasi Media INAnews menjelaskan bahwa daftar harga tersebut merupakan daftar lama sebelum SE Kemenkes RI keluar.

“Itu daftar lama, daftar harga 2 minggu yang lalu sebelum SE kemenkes RI keluar,” jelasnya.

Lebih lanjut Eka sapaanya juga menambahkan jika ada Rumah Sakit yang menggunakan Daftar harga lama untuk biaya rapid test akan di berikan teguran.

“Sekarang SE Kemenkes RI biaya rapid test Rp. 150.000, jadi jika ada yang menggunakan daftar harga lama maka akan kami berikan teguran,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Sidang TPPU Hasbi Hasan: Integritas Jaminan Hakim Bebas Intervensi

30 Januari 2026 - 14:20 WIB

Lebih dari 300 Izin Tambang di Pulau Kecil Langgar UU

29 Januari 2026 - 23:27 WIB

Mempertanyakan Pertanggungjawaban Dana Jaminan Reklamasi Tambang

29 Januari 2026 - 21:24 WIB

Populer HUKUM