INAnews.co.id, Mataram – Mengingat Surat Edaran (SE) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.02.02/I/2875/2020 terkait biaya rapid test sebesar Rp. 150.000, Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) NTB mempertanyakan hal tersebut apakah sudah di laksanakan oleh semua rumah sakit di indonesia khususnya di NTB.
Lebih lagi Wadirwaster L-KPK NTB Sahril mempertanyakan Apakah Rumah sakit yang ada di NTB sudah menggunakan tarif sesuai SE Kemenkes RI.
“Perlu kita pertanyakan bahwa SE Kemenkes RI nomor HK.02.02/I/2875/2020 itu sudah dilaksanakan oleh Rumah Sakit di NTB?,” tanya Sahril.
Tak hanya itu, ditemukannya daftar list harga rapid test di dimana harga tersebut beragam mulai dari Rp. 90.000 hingga Rp. 485.000.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr Nurhandini Eka Dewi saat di konfirmasi Media INAnews menjelaskan bahwa daftar harga tersebut merupakan daftar lama sebelum SE Kemenkes RI keluar.
“Itu daftar lama, daftar harga 2 minggu yang lalu sebelum SE kemenkes RI keluar,” jelasnya.
Lebih lanjut Eka sapaanya juga menambahkan jika ada Rumah Sakit yang menggunakan Daftar harga lama untuk biaya rapid test akan di berikan teguran.
“Sekarang SE Kemenkes RI biaya rapid test Rp. 150.000, jadi jika ada yang menggunakan daftar harga lama maka akan kami berikan teguran,” tandasnya.






