INAnews.co.id Minut– Proyek pembuatan saluran pembuangan air (Drainase) untuk jalan tol Manado- Bitung yang ada di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Kecamatan Kauditan, Desa Kauditan 1, dikeluhkan warga karena sudah 2 Bulan tidak kunjung selesai dan di kerjakan secara asal-asalan.
Sejak dimulainya pekerjaan Drainase ini sudah mendapat protes dari warga setempat karena diduga tidak secara transparan terkait anggaran dan jumlah hari kerja yang akan di kerjakan karena tidak memasang papan proyek di tempat pekerjaan proyek tersebut.
Di ketahui proyek yang asal-asalan ini dikerjakan oleh PT. Bentara Prima, pekerjaan yang sudah terbengkalai ini akhirnya memakan korban pada hari Senin (24/8), korban yang ingin menyebrang dan melewati papan yang menutupi Drainase tersebut akhirnya jatuh sehingga korban mengalami patah tulang di ke dua tangannya.

Yodi Rosang warga Kauditan 1, saat di konfirmasi menyampaikan kalau sejak awal pekerjaan ini sudah mendapat protes dari warga, karena beberapa fasilitas umum yang sering di gunakan warga dirusak begitu saja oleh pihak kontraktor, 29 Agustus 2020.
“Sejak awal telah terlihat gelagat yang kurang baik dari pihak kontraktor dimana saat melakukan penebangan sejumlah pohon ada beberapa kabel jaringan internet yang terhubung ke sejumlah rumah terputus tapi hanya dibiarkan, pada akhirnya warga sendirilah yang melaporkan ke Telkom untuk melakukan perbaikan,” ujar Yodi.
Lanjut Yodi mengatakan, bahwa selain jaringan telepon, pihak kontraktor juga membongkar puluhan plat deker (Jembatan) di depan rumah warga tanpa meminta permisi terlebih dahulu dan diganti dengan papan yang tidak sesuai dan akhirnya membahayakan warga yang menggunakannya.
“Terakhir pada hari Senin (24/8) ada warga yang mengendarai motor terjatuh ke dalam Drainase yang mengakibatkan patah tangan. Dengan kejadian ini saya meminta kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas pekerjaan ini serta menangkap kontraktornya karena sudah ada indikasi Korupsi,” tegas Yodi.
Yodi menambahkan kalau dia sudah pernah menghubungi pihak kontraktor, dan menurut Windra Walanda yang mengaku sebagai penanggung jawab proyek saat dikonfirmasi yang pada saat itu sedang melakukan pengawasan pekerjaan beberapa waktu lalu.

“Windra mengatakan untuk anggaran proyek tersebut adalah satu kesatuan dengan proyek jalan tol Manado-Bitung sehingga papan proyeknya tidak perlu dipasang di lokasi pekerjaan karena telah terpasang di pintu tol yang ada di ring road”, kata Yodi.
Sementara itu Hukum Tua desa Kauditan Satu, Nancy Worung, kepada beberapa media mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan komunikasi melalui telepon dengan Windra namun tidak ditanggapi.
“Saya telah berupaya untuk menghubungi pak Windra melalui telepon genggamnya namun telepon saya tidak diterima kendati nomornya aktif dan kami juga sudah berkomunikasi dengan Balai Jalan XV Provinsi Sulut dan mereka berjanji akan menyelesaikan pekerjaannya pada bulan September”, jelas Worung.
Sementara itu dari pantauan media ini, pasca ditinggal pihak kontraktor, kondisi pekerjaan Drainase yang terletak di ruas jalan Manado-Bitung di desa Kauditan Satu kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan ada sejumlah titik yang pondasinya sudah terpasang telah ambruk.






