INAnews.co.id, Mataram – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meminta kepada tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB untuk membentuk tim khusus yang nantinya akan fokus berikhtiar pada upaya meminimalisir dan mengurangi angka kematian pasien Covid-19. Tidak hanya menekan angka kematian, tapi juga didorong untuk mempercepat kebijakan stimulus ekonomi harus tetap berjalan.
Menurut Dr. Zul sapaan akrabnya gubernur NTB itu, jika angka kematian berhasil ditekan dengan upaya penurunan yang signifikan, maka akan lebih mudah bagi daerah-daerah yang awalnya masih zona orange dan kuning berubah menjadi zona hijau. Sehingga dampaknya sangat berpengaruh pada peningkatan kegiatan sosial dan pemulihan ekonomi masyarakat yang semakin besar.
“Terlepas dari takdir seseorang, sebenarnya kematian bisa dicegah. Tapi karena ‘treatment’ kita hanya medis saja, akhirnya kita lupa pada persoalan psikologis pasien,” tegas Gubernur yang turut didampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada rapat evaluasi penanganan Covid-19, bertempat halaman Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Senin (14/09).
Dari rilis update data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat Provinsi NTB hingga pada 14 September 2020 mencatat jumlah kematian mencapai 174 orang atau sekitar 5,9 persen. Dengan jumlah kematian itu, Provinsi NTB berada pada posisi kelima nasional dengan tingkat kematian yang cukup tinggi di Indonesia.
Selain itu, lanjut Dr. Zul, meskipun pemerintah sedang berjibaku dalam penanganan dan penyebaran Covid-19, namun kebijakam stimulus ekonomi juga harus tetap berjalan dengan bantuan mesin-mesin buatan lokal yang memungkinkan kegiatan ekonomi masyarakat yang terdampak dapat meningkat kembali. Karena cashback pertumbuhan ekonomi mulai berjalan pada September ini.
“Kita tidak bolen lengah. Jadi betul-betul saya minta tidak main-main. Karena kita tidak bisa berharap dari yang lain, selain dari akselerasi anggaran daerah kita sendiri,” tuturnya.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Dr. Hj. Rohmi Djalilah mengungkapkan, untuk percepat penanganan covid-19, pemerintah menargetkan 100 persen maskerisasi untuk masyarakat NTB agar dapat tetap aman namun produktif. Target ini juga seiring dengan penegakan sanksi denda bagi masyarakat yang tidak memakai masker yang dimulai sejak Senin (14/9/2020), yang tertuang dalam Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.
“Insyaallah tagline kita adalah maskerisasi 100 persen untuk NTB aman dan produktif. Artinya, kita tidak hanya sekedar aman tapi harus produktif dengan 100 persen maskerisasi,” kata Wagub NTB yang biasa dipanggil Ummi Rohmi.






