INAnews.co.id, Jeddah – Pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan baru untuk melakukan tes swab ulang kepada jamaah umrah Indonesia yang sudah ada di tanah suci.
Swab ulang ini dilakukan oleh tim kesehatan pemerintah Saudi Arabia , dikarenakan jamaah Indonesia melanggar aturan karantina yang ditetapkan Arab Saudi dan diragukan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan sebelumnya di Indonesia.
Hal ini sangat disayangkan oleh Nana Sujana selaku Direktur Gaido Travel dengan tidak tertib mengikuti aturan pemerintah Saudi Arabia.
Menurutnya dengan adanya jamaah Indonesia pada keberangkatan 1 november 2020 yang melanggar prosedur administrasi swab dan PCR berakibat buruk tidak diperbolehkannya lagi jamaah dari Indonesia melakukan umrah.
“Saya sudah sampaikan kepada penyelenggara umroh jangan melakukan hal bodoh dengan tidak melengkapi surat hasil swab dan PCR , apalagi saya lihat ada jamaah 3 orang Indonesia pada keberangkatan 1 november 2020, salah satunya tidak bisa menunjukan dokumen swab covid 19, dan ada lagi hasil scanner dengan mengganti nama,sehingga hal itu yang membuat ragu,” ungkap Nana Sujana selaku Direktur Gaido Travel kepada INAnews pada selasa 3 november 2020.
Lanjut Nana, penyelenggaraan umrah di Indonesia jangan melakukan perbuatan nekat yang memperjuangkan jamaahnya tapi berakibat buruk dan pemerintah Saudi Arabia tidak memberikan lagi kepercayaan kepada jamaah Indonesia dan berujung ditutupnya keberangkatan jamaah dari Indonesia.
“Saya juga sudah sampaikan kepada penyelenggara umrah lainnya, agar bisa mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah Saudi Arabia soal penanganan covid 19,” ujar Nana.
Tambahnya para jamaah keberangkatan pertama dari Indonesia di masa pandemik covid 19 ini akan dilakukan tes swab ulang pada 5 november 2020, untuk memastikan semua jamaah bebas dari Covid 19.
“Saya memohon doanya agar semua jamaah yang dilakukan tes swab ulang oleh tim kesehatan pemerintah Saudi Arabia, pada Kamis 5 november 2020 hasilnya negatif, dan Indonesia kembali bisa diberikan kepercayaan untuk memberangkatkan jamaahnya di masa pandemik covid 19 , sampai ditemukanya vaksin covid 19,” tutup Nana.






