INAnews.co.id, Jakarta – Konsul Jendral Republik Indonesia di Arab Saudi, Eko Hartono, berterima kasih kepada yang mulia raja Salman dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman dan seluruh kementerian terkait seperti kementrian haji dan umrah Saudi Arabia.
Juga kepada Kementrian Kesehatan Arab Saudi, yang telah membuka kembali pintu ibadah umroh bagi jemaah internasional, khususnya jemaah asal indonesia.
“Tak lupa juga ucapan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin serta Kementrian terkait khususnya Kementrian Agama Republik Indonesia selaku regulator dalam pelaksanaan ibadah umroh dan haji,” ungkap Eko pada Kamis 5 november 2020.
Menurut Eko , umroh jamaah Indonesia di masa pandemi dapat berjalan dengan baik, aman dan nyaman.
“Saya langsung terjun ke lapangan untuk menyambut ketibaan seluruh jemaah Indonesia di terminal 1 bandara King Abdul Aziz internasional Airport pada tanggal 1 november 2020, dan bertemu dengan salah satu penyelenggara umroh dan haji, yaitu Nana Sujana, selaku Direktur Gaido Travel & Tour, serta beberapa perwakilan dari seluruh asosiasi haji dan umroh yang ada di indonesia,” tambah Eko.
Diinformasikan Eko , para jamaah Indonesia , setelah seluruh proses pengecekan dokumen dan kemigrasian selesai, jemaah langsung diantar menuju hotel mekkah untuk mengikuti seluruh proses protokol kesehatan, kemudian dilakukan tes swab pada hari ke tiga sebagaimana prosedur yang berlaku.
“Alhamdulillah hasil tes swab jemaah seluruhnya negatif, kemudian diperkenankan untuk melaksanakan prosesi ibadah umroh dipandu oleh tim,” terangnya.
Pihak konsul umroh dan haji Indonesia di Arab Saudi, Endang Jumali menerangkan, bahwa kegiatan umroh tahap pertama ini akan menjadi acuan dan percontohan demi keberlangsungan dan kelancaran keberangkatan group umroh berikutnya.
“Pelayanan akan terus ditingkatkan dengan menjalin kordinasi dengan pihak terkait, baik di arab saudi dan di indonesia,” ungkap Endang pada Kamis 5 november 2020, kepada Redaksi.
Kemudia , Nana Sujana selaku Direktur Gaido Travel & Tour, berharap bahwa kedepannya kegiatan umroh di masa pandemi ini dapat dilaksanakan dengan rute Madinah terlebih dahulu.
“Namun apabila tidak memungkinkan, maka saran saya agar seluruh jamaah melaksanakan niat umroh pada miqot yang telah ditentukan, yakni di Yalamlam atau di Bandara Jeddah,” ungkap Nana.
Lanjut , Nana, bila terdapat jemaah yang memilih untuk tidak menggunakan pakaian ihram selama menjalankan protokol kesehatan di hotel mekkah, dapat menyempurnakan ibadahnya dengan membayar dam.
“Jamaah dapat berpakaian ihram di hotel untuk melanjutkan prosesi ibadah thawaf, sai, dan tahalul di masjidil haram,” lanjut Nana.
Direktur Bina Umroh dan Haji khusus Kementrian Agama RI. Arfi Hatim, berharap bahwa seluruh pihak dapat menerapkan protokol kesehatan dengan baik, serta mematuhi seluruh regulasi yang berlaku demi terciptanya keberlangsungan ibadah umroh di masa pandemi.
lalu Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar selektif dalam memilih biro perjalanan umroh yang diberikan izin resmi oleh kementrian agama dan tidak tergiur oleh harga murah, karena dikhawatirkan hak-hak jamaah tidak dapat terpenuhi dengan baik.
Disamping memang pada masa pandemi, terdapat penyesuaian tarif pajak di Arab Saudi, kebijakan sosial distancing baik di dalam pesawat, bis, dan hotel serta di wajibkan adanya asuransi perjalanan dan asuransi covid 19.
“Sementara ini ijin akomodasi hotel di makkah dan madinah hanya diberikan kepada hotel berbintang 5 yang telah siap untuk menerapkan protokol kesehatan secara maksimal, seperti penyediaan kamar khusus untuk isolasi mandiri,” ungkap Arfi.
Ditambahkan olehnya aturan hotel maksimal dalam satu kamar hanya boleh 2 orang itulah yang mengakibatkan adanya kenaikan dalam penyelengaraan ibadah umrah di masa pandemi.






