Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Yusuf Yambe dan Rokhimin Dahuri Diusulkan FSI Sebagai Menteri KKP

badge-check


					Yusuf Yambe dan Rokhimin Dahuri Diusulkan FSI Sebagai Menteri KKP Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Nama pengganti Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo makin menguat diusulkan oleh relawan dan pendukung Jokowi – Ma’aruf Amin.

Seperti yang disampaikan Isra A Sanaky , sebagai Bendahara Umum DPP Forum Santri Indonesia (FSI) sekaligus Ketua umum DPN BKNDI.

“Kami sudah melakukan koordinasi dgn Sekretaris Jenderal FSI, Sudi Hartono dan Ketua Umum DPP FSU Iwan Ari Murnian, terkait dengan pergantian Menteri KPP yang saat ini mengalami krateker,” ucap Isra kepada INAnews pada Jumat 27 november 2020.

Isra A Sanaky, Shi, (tengah) Bendahara Umum DPP Forum Santri Indonesia (FSI) 

Dalam hal ini Isra akan mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’aruf Amin selaku ketua Dewan Pelindung FSI terkait figur yang kompeten sebagai pengganti Menteri KKP ,Edhy Prabowo.

” Kami akan usulkan dua figur tokoh nasional kepada Presiden Joko Widodo, sebagai Menteri KKP pengganti Edhy Prabowo yakni Dewan Pembina dan Pakar FSI dan BKNDI. Yaitu Prof. DR. Rokhimin Dahuri dan DR. Yusuf. Yambe Yabdi ST. MT, ” ungkap Isra.

Isra jelaskan hal ini disampaikan karena kedua tokoh figur intelektual ini sangat layak dan punya segudang pengalaman yang begitu besar terhadap Bangsa dan Negara.

“Oleh karena itu FSI sebagai pendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin pada pilpres kemarin kami mempunyai hak untuk mengusulkan, nama Rokhimin Dahuri dan Yusuf Yambde Abdi menjadi Menteri KKP yang baru,” ucap Isra.

Tambah Isra, kedua figur ini sangat bersih dalam perjalanan birokrasinya.

“Harapan saya agar Presiden lebih hati-hati lagi dalam memilih pembantunya sehingga jangan lagi terjdi lagi seperti kita lihat saat ini,” tutup Isra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK