Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

UPDATE NEWS

BRSDM perkenalkan teknologi Mini Chilling Storage untuk Kapal Perikanan

badge-check


					BRSDM perkenalkan teknologi Mini Chilling Storage untuk Kapal Perikanan Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta- Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) terus berkomitmen untuk melaksanakan pemanfaatan data dan informasi hasil riset melalui penghiliran data dan informasi riset yang tepat sasaran, merangkum respon balik dan memberikan nilai tambah bagi arah penggunaan yang terpadu, agar dapat dimanfaatkan, baik untuk para pelaku utama KP, stakeholder, maupun masyarakat.

Melalui Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan, Bantul, pada Desember 2020, BRSDM memperkenalkan teknologi Mini Chilling Storage (MCS) untuk Kapal Perikanan. Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja berpesan agar ASN, harus dapat memberikan pelayan terbaik pada masyarakat.

Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang penting bagi manusia karena kandungan gizinya yang tinggi. Sebagaimana produk hayati lainnya, ikan merupakan bahan pangan yang cepat mengalami kerusakan (highly perishable food). Suhu merupakan faktor penting yang dapat mempercepat proses kerusakan, serta menurunkan mutu dan kesegaran ikan.

Mutu dan kesegaran ikan dapat dipertahankan jika ditangani dengan hati-hati, cepat, bersih dan disimpan pada suhu rendah. Salah satu upaya penanganan pascapanen suhu rendah yang dapat dilakukan yaitu dengan cara pembekuan.

Keunggulan teknologi ini, yaitu: Suhu penanganan ikan lebih optimal (-1,5 oC); Pendinginan lebih merata pada permukaan ikan; Tekanan fisik pada ikan berkurang; Muatan ikan pada palka lebih banyak karena tidak perlu tempat untuk es balok; Dari sisi beban muatan terhadap kapal, mengangkut teknologi MCS lebih ringan dibandingkan membawa es balok dari darat.

Kepala Pusat Riset Perikanan, Yayan Hikmayani, menyampaikan bahwa teknologi penyimpanan ikan di atas kapal ini telah sampai pada tahapan uji kinerja skala terbatas di kapal nelayan kota Pekalongan (mewakili karakteristik pantai utara Jawa), setelah sebelumnya melalui tahapan desain, rancangbangun dan pengujian baik di laboratorium maupun kapal nelayan di Sadeng Gunungkidul (mewakili karakteristik pantai selatan Jawa).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kota Pekalongan, Agus Jati Waluyo, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BRSDM KKP karena aplikasi teknologi ini merupakan bagian dari pembangunan kelautan dan perikanan, khususnya di kota Pekalongan.

Harapannya agar percontohan teknologi MCS ini dapat ditularkan/dikembangkan lebih luas lagi. Sementara itu, Imam Menu, selaku pimpinan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kota Pekalongan, pun menyampaikan ucapan terima kasih, sekaligus menguatkan bahwa selama teknologi itu mudah dan pendinginannya efektif; teknologi ini pasti akan diterima oleh nelayan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL