Menu

Mode Gelap
Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

GLOBAL

Imbas Trump tutup pemerintahan AS, ribuan agen FBI belum digaji

badge-check


					Imbas Trump tutup pemerintahan AS, ribuan agen FBI belum digaji Perbesar

INAnews.co.id , Jakarta – Penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat (AS) oleh Presiden Donald Trump membawa dampak bagi Biro Penyelidik Federal (FBI).

FBI berikan peringatan terkait hal tersebut dan bisa mengancam proses penyelidikan dan menurunkan motivasi para agen.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (11/1), Asosiasi Agen FBIAA, ungkapkan para agen tetap bekerja untuk rakyat AS tetapi belum digaji, dan pimpinan FBI mencoba segala cara mempertahankan operasional dengan dana yang terbatas.

“Situasi ini tidak bisa terus-terusan terjadi, dan bisa menyebabkan para agen FBI mempertimbangkan mencari pekerjaan baru yang lebih stabil bagi mereka dan keluarga” demikian pernyataan FBIAA.

Petisi kepada Gedung Putih dan Kongres dikirimkan para agen FBI, karena mereka belum menerima gaji sejak 11 Januari yang disebabkan karena penutupan pemerintahan AS.

Menurut mereka hal itu bisa membuat masalah keuangan bagi setiap agen, karena karyawan yang bekerja di agen FBI mereka harus makan minum dan membayar sejumlah tagihan bulanan.

Thomas O’Connor, Presiden Asosiasi para Agen FBI mendesak Kongres dan Gedung Putih untuk segera memperbarui alokasi dana untuk lembaga penegak hukum, dan mengatakan berkurangnya dana untuk FBI akan membahayakan operasional yang bersifat kritis.

Sementara FBI telah merumahkan sekitar 5.000 karyawan, termasuk analis dan pengacara, FBI telah membuat sebagian besar agen khususnya bekerja di lapangan untuk memastikan operasi penegakan hukum yang bersifat penting terus berlanjut. Agen-agen itu, seperti hampir 400.000 pegawai pemerintah lainnya, diharuskan bekerja tanpa bayaran selama penutupan pemerintah.

Hal Ini memastikan operasi FBI terus berlanjut. Tetapi ketika penutupan, yang dimulai pada 22 Desember lalu, kemungkinan akan berdampak pada operasional dan agen FBI, kata Thomas O’Connor, Presiden Asosiasi para Agen FBI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

9 Januari 2026 - 06:35 WIB

Situasi Venezuela Memanas, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman dan Serukan De-eskalasi

4 Januari 2026 - 11:08 WIB

AS Serang Venezuela: Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

4 Januari 2026 - 10:07 WIB

Populer GLOBAL