INAnews.co.id , Jakarta – Penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat (AS) oleh Presiden Donald Trump membawa dampak bagi Biro Penyelidik Federal (FBI).
FBI berikan peringatan terkait hal tersebut dan bisa mengancam proses penyelidikan dan menurunkan motivasi para agen.
Seperti dilansir dari AFP, Jumat (11/1), Asosiasi Agen FBIAA, ungkapkan para agen tetap bekerja untuk rakyat AS tetapi belum digaji, dan pimpinan FBI mencoba segala cara mempertahankan operasional dengan dana yang terbatas.
“Situasi ini tidak bisa terus-terusan terjadi, dan bisa menyebabkan para agen FBI mempertimbangkan mencari pekerjaan baru yang lebih stabil bagi mereka dan keluarga” demikian pernyataan FBIAA.
Petisi kepada Gedung Putih dan Kongres dikirimkan para agen FBI, karena mereka belum menerima gaji sejak 11 Januari yang disebabkan karena penutupan pemerintahan AS.
Menurut mereka hal itu bisa membuat masalah keuangan bagi setiap agen, karena karyawan yang bekerja di agen FBI mereka harus makan minum dan membayar sejumlah tagihan bulanan.
Thomas O’Connor, Presiden Asosiasi para Agen FBI mendesak Kongres dan Gedung Putih untuk segera memperbarui alokasi dana untuk lembaga penegak hukum, dan mengatakan berkurangnya dana untuk FBI akan membahayakan operasional yang bersifat kritis.
Sementara FBI telah merumahkan sekitar 5.000 karyawan, termasuk analis dan pengacara, FBI telah membuat sebagian besar agen khususnya bekerja di lapangan untuk memastikan operasi penegakan hukum yang bersifat penting terus berlanjut. Agen-agen itu, seperti hampir 400.000 pegawai pemerintah lainnya, diharuskan bekerja tanpa bayaran selama penutupan pemerintah.
Hal Ini memastikan operasi FBI terus berlanjut. Tetapi ketika penutupan, yang dimulai pada 22 Desember lalu, kemungkinan akan berdampak pada operasional dan agen FBI, kata Thomas O’Connor, Presiden Asosiasi para Agen FBI.






