INAnews.co.id, Mataram – Sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih mengalami blank spot dan sinyal lemah, hal ini di katakan oleh kepala dinas komunikasi, informatika dan statistik I Gede Putu Aryadi.
Tak hanya itu, Aryadi juga menjelaskan bahwa sejumlah wilayah yang masih blank spot yakni Pulau Sumbawa, Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Tengah.
“Data real jumlah wilayah yang masih blank spot atau betul betul tidak ada sinyal ada 44 desa di pulau sumbawa, KLU, dan kalo Lombok Tengah ada 2,”ujarnya.
Tak hanya itu, Aryadi juga menambahkan saat ini pihaknya masih terus melakukan kordinasi terkait penanganan area blank spot di wilayah provinsi NTB.
Sementara itu, jumlah data dari BAKTI berjumlah 71 desa termasuk wilayah yang lemah sinyal.
“Tapi kalo data dari BAKTI termasuk lemah sinyal kayaknya itu jumlahnya 71 desa/kelurahan yang dianggap blank spot,”imbuhnya.
“Targetnya tahun ini bisa selesai oleh BAKTI,”tambah Aryadi.
Terkait penanganan area blank spot di seluruh daerah aryadi mengatakan kementrian KOMINFO saat ini telah melakukan rapat koordinasi.
“Hari ini Kementrian KOMINFO sedang melakukan rapat koordinasi untuk penanganan area blank spot di seluruh daerah yang ada di Indonesia,”tuturnya.
Dibandingkan dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) Aryadi mengatakan Provinsi NTB masih kecil jumlah area blank spot meski jumlahnya 71 desa/kelurahan.
“Meski 71 desa jumlahnya, dibandingkan dengan NTT itu masih banyak,”ujar Aryadi.
Saat ini penangaan Area blank spot akan dilakukan pembangunan Base Transceiver Station (BTS).
“Untuk tahun 2021 ini kementerian KOMINFO menjanjikan pembangunan 30 BTS yang akan dilakukan di pulau Sumbawa,”tutup Aryadi.






