Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

TNI/POLRI

Mapolres Tanjung Balai siap amankan pemilu 2019

badge-check


					Mapolres Tanjung Balai siap amankan pemilu 2019 Perbesar

INAnews.co.id, Tanjung Balai – Kepolisian Tanjung Balai terus menerus untuk melakukan langkah-langkah pengamanan dan mengamankan Pemilu 2019 yang digelar pada April mendatang.

“Pola pengamanan yang nanti akan dilakukan di Tanjung Balai, kita merujuk ke pola 2, 6 dan 12. Yang mana 2 itu anggota polisi yang membawahi 6 TPS dan 12 Linmas,” ujar Kapolres Tanjung Balai, AKBP Irfan Rifai kepads wartawan di sela – sela acara simulasi pengamanan Pemilu 2019, Jumat (25/1/19).

Terkait simulasi untuk pengamanan Pemilu 2019 yang digelar di halaman Mapolres Tanjung Balai, Irfan mengungkapkan ada tiga skenario yang akan dijalankan dalam pengamanan yaitu pola pengamanan TPS, ada pendistribusian kotak suara dan Kantor KPU.

“Dalam upaya memberikan pemahaman tentang keamanan Pemilu 2019 dan paham radikal kepada masyarakat kita juga melakukan FGD,” ungkapnya.

Irfan mengatakan, walaupun pihaknya sudah memetakan kerawanan konflik di wilayahnya. Ada dua kecamatan, kata dia, yang menjadi fokus perhatian untuk pengamanan karena suara terbanyak ada di dua kecamatan tersebut.

“Sebagaimana sejarah yang ada di tanjung balai, belum ada permasalahannya dalam ruang lingkup pilkada. Namun demikian kita tetap mengantisipasinya jangan sampai dipelaksaan pileg dan pilpres timbul masalah,” tandasnya.

Dan untuk menyoal radikalisme, Irfan menjelaskan wilayahnya pernah didatangi tim Densus 88 dan melakukan penindalan terukur kepada teroris.

“Sehingga paham radikalisme, di Tanjung Balai ini benih-benihnya ada namun demikian kita tetap melakukan antispasi dan pencegahan agar paham radikalisme ini tidak berkembang lagi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kiriman Pasukan ke Gaza Bisa Jadi Alat Israel Lucuti Hamas

23 Februari 2026 - 14:24 WIB

Polisi di Bawah Presiden Ancaman Nyata bagi Demokrasi

18 Februari 2026 - 13:39 WIB

Didu Ungkap Rencana Prabowo Reformasi Total Polri: Bukan Sekadar Ganti Kapolri

16 Februari 2026 - 20:36 WIB

Populer POLITIK