INAnews.co.id, Tanjung Balai – Kepolisian Tanjung Balai terus menerus untuk melakukan langkah-langkah pengamanan dan mengamankan Pemilu 2019 yang digelar pada April mendatang.
“Pola pengamanan yang nanti akan dilakukan di Tanjung Balai, kita merujuk ke pola 2, 6 dan 12. Yang mana 2 itu anggota polisi yang membawahi 6 TPS dan 12 Linmas,” ujar Kapolres Tanjung Balai, AKBP Irfan Rifai kepads wartawan di sela – sela acara simulasi pengamanan Pemilu 2019, Jumat (25/1/19).
Terkait simulasi untuk pengamanan Pemilu 2019 yang digelar di halaman Mapolres Tanjung Balai, Irfan mengungkapkan ada tiga skenario yang akan dijalankan dalam pengamanan yaitu pola pengamanan TPS, ada pendistribusian kotak suara dan Kantor KPU.
“Dalam upaya memberikan pemahaman tentang keamanan Pemilu 2019 dan paham radikal kepada masyarakat kita juga melakukan FGD,” ungkapnya.
Irfan mengatakan, walaupun pihaknya sudah memetakan kerawanan konflik di wilayahnya. Ada dua kecamatan, kata dia, yang menjadi fokus perhatian untuk pengamanan karena suara terbanyak ada di dua kecamatan tersebut.
“Sebagaimana sejarah yang ada di tanjung balai, belum ada permasalahannya dalam ruang lingkup pilkada. Namun demikian kita tetap mengantisipasinya jangan sampai dipelaksaan pileg dan pilpres timbul masalah,” tandasnya.
Dan untuk menyoal radikalisme, Irfan menjelaskan wilayahnya pernah didatangi tim Densus 88 dan melakukan penindalan terukur kepada teroris.
“Sehingga paham radikalisme, di Tanjung Balai ini benih-benihnya ada namun demikian kita tetap melakukan antispasi dan pencegahan agar paham radikalisme ini tidak berkembang lagi,” pungkasnya.






