INAnews.co.id, Jakarta – Hujan deras yang disertai angin kencang mendera kawasan kaki Gunung Rinjani, Sembalun, Lombok Timur, sejak Sabtu (26/1).
Rosidin, warga Sembalun Lawang, mengatakan semua warga memilih berlindung di dalam rumah masing-masing selama hujan dan angin kencang meliputi daerah permukiman mereka.
“Seharian terus dilanda hujan deras dan angin kencang, paling jeda 20 menit kemudian hujan deras dan angin kencang lagi, yang bisa sampai lima jam-an,” ujar Rosidin seperti dikutip Antara pada Senin, (28/01/2019).
Warga Sembalun sudah biasa menghadapi cuaca demikian pada awal tahun. “Kalau tidak akhir Januari, awal Februari,” katanya.
Ia menuturkan biasanya hujan deras disertai angin kencang terjadi selama beberapa hari sampai sepekan berturut-turut.
Rosidin mengatakan warga meyakini kalau hujan deras tidak berhenti turun tiga hari tiga malam, maka kondisi yang demikian akan berlangsung tujuh hari tujuh malam, dan kalau setelah tujuh hari tidak berhenti juga maka akan berlangsung sampai sembilan hari sembilan malam.
“Itu sudah menjadi hitungan penanggalan bagi warga daerah kami, yang berdasarkan cerita dari para orang tua dahulu,” katanya.
BMKG memprakirakan sebagian wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat, sepanjang 23-29 Januari 2019 berpeluang menghadapi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi, siang, hingga malam hari.
Selama kurun itu, menurut BMKG, warga wilayah pesisir pantai mesti mewaspadai gelombang dengan tinggi antara empat hingga enam meter.
Berdasarkan perkiraan itu, warga biasanya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi cuaca ekstrem. Namun dikhawatirkan berdasarkan penjelasan BMKG banjir bandang datang kalau hujan tak juga berhenti.
Sementara wilayah Mataram dan sekitarnya sampai sekarang hanya sesekali menghadapi hujan deras yang disertai angin kencang.
Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mengimbau warga mewaspadai cuaca ekstrem yang menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).






