Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

OTOMOTIF

Perawatan Sunroof Panoramic SUV Peugeot, Agar Performa dan Kualitas Terjaga

badge-check


					Perawatan Sunroof Panoramic SUV Peugeot, Agar Performa dan Kualitas Terjaga Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Indonesia kembali memasuki musim pancaroba. Cuaca panas yang terik namun masih terjadi hujan kerap terjadi di sebagian kota di Indonesia. Piranti yang sangat rawan pada kondisi cuaca seperti ini adalah fitur atap sunroof. Sunroof model panoramic menjadi fitur standard SUV Premium Peugeot 3008 dan 5008, baik GT-Line atau Allure Plus.

Meskipun telah didesain free maintenance, fitur ini tetap perlu perawatan agar penampilan dan kondisinya terjaga. Langkah ini untuk memperpanjang usia pakai hingga mencegah terjadinya kebocoran. Jadi tetap perlu perawatan.

Dalam siaran persnya secara tertulis pada Selasa (4/05/2021) Samsudin dari National Technical Advisor Astra Peugeot mengatakan “Pemilik mobil dapat melakukan perawatan sendiri saat di rumah. Karena perlakuan perawatan kurang tepat, kadang dapat mengganggu fungsi sunroof. Seperti karet menjadi keras, kurang rapat dalam menutup, adanya kebocoran hingga timbul jamur pada kaca”.

Cara merawat sunroof Panoramic tidak jauh beda dengan merawat kaca pada mobil. Materialnya memang sama-sama kaca. Hanya saja kaca pada Sunroof Panoramic lebih tebal. Setiap komponen selalu memiliki usia pakai, keawetan masing-masing komponen tersebut tergantung bagaimana cara merawat dan menjaga komponen itu sendiri.

Nah, yang perlu diperhatikan dalam merawat sunroof Panoramic adalah sebisa mungkin hindari parkir di tempat yang terkena sinar Matahari langsung selama terus menerus. Selain itu, juga hindari bekas endapan sisa air hujan atau sisa air setelah mencuci mobil.

Samsudin mengatakan, merawatnya sama seperti cat dan kaca mobil. Jika terlalu lama terkena paparan sinar matahari ditambah tetesan air hujan, embun, hingga kotoran burung, biasanya sunroof dan panoramic sunroof akan tampak kusam dan timbul jamur. Untuk itu, setelah cuci mobil pastikan bagian atap kaca dilap sampai benar-benar kering. Jika ada sisa-sisa air atau sabun di atap, maka kaca sunroof akan berjamur.

Untuk menjaga kualitas karet-karet pelindung (sil) agar tetap awet, Peugeot Mania mesti rajin menyingkirkan debu yang mengendap. Pastikan kondisi karet tak mengeras karena terlalu sering terpapar sinar matahari. Dan untuk bentuk perawatannya sendiri, pemilik bisa menyemprotkan permukaan karet dengan cairan silikon.

“Tidak harus rutin. Tapi paling tidak karet-karet di sekitar area sunroof dicek kualitasnya. Kalau memang terlihat kusam dan agak keras bisa di kasih cairan silicon yang dijual dipasaran,” jelas Samsudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Perluas Jangkauan Bisnisnya Store Apparel Tracker Kini Membuka Oulet Perdananya Di Bintaro Jakarta Selatan

15 Februari 2026 - 16:32 WIB

Bawa Teknologi Balap Untuk Sepeda Motor Di Indonesia, UMA Racing Luncurkan Pelumas High-Performance

11 Februari 2026 - 18:38 WIB

Rexco Kembali Hadir Ramaikan Dunia Otomotif di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026

7 Februari 2026 - 23:50 WIB

Populer OTOMOTIF