Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

NASIONAL

Sekjen DEN KSBSI Dedi Hardianto, Desak Pemerintah Untuk Lindungi Pekerja Pers 

badge-check


					Sekjen DEN KSBSI Dedi Hardianto, Desak Pemerintah Untuk  Lindungi Pekerja Pers  Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta-  Tindak pembunuhan, kekerasan, pembakaran dan ancaman serta intimidasi terhadap Jurnalis yang notabene merupakan pekerja Pers di Indonesia mendapat sorotan tajam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

Kasus demi kasus terjadi dalam waktu berdekatan yang direncanakan para pelaku dari mulai percobaan pembakaran rumah, pembakaran mobil, kasus pembunuhan, hingga pembacokan terhadap pekerja Pers terjadi sepanjang Mei dan Juni ini.

 

Catatan KSBSI

Pertama, percobaan pembakaran rumah Abdul Kohar Lubis, pekerja pers media Linktoday.com di Kota Pematang Siantar, Sumut pada 29 Mei 2021.

Kedua, selang dua hari, kasus pembakaran mobil wartawan Metro Tv yang dilakukan oleh orang tak dikenal, di Kabupaten Serdang Berdagai, Sumut pada 31 Mei 2021.

Ketiga rumah orang tua jurnalis bernama Syahraza Sopian di Binjai dibakar 4 orang pelaku. Sopian diserang menggunakan batu dan pisau. Beruntung Sopian selamat. Diduga karena kasus judi pada tanggal 13 Juni 2021. 4 Pelaku sudah ditangkap kepolisian setempat.

Keempat pembunuhan Mara Salem Harahap, Pemimpin Redaksi Pemred lassernewstoday.com di Pematang Siantar, Sumut dengan cara ditembak di mobilnya pada 19 Juni 2021 yang didalangi oleh oknum Pengusaha Cafe dan Bar dengan melibatkan oknum TNI.

Kelima, kasus tindak pembacokan pemimpin Media di Provinsi Gorontalo pada 25 Juni 2021 kemarin dimana pelaku masih diburu aparat kepolisian setempat.

“Harus diusut sampai tuntas apa motif pelaku melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis. Harus ada benang merah untuk melindungi pekerja pers selama mereka bekerja,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Eksekutif Nasional KSBSI, Dedi Hardianto di kantor Pusat KSBSI, Jakarta, Sabtu (26/6/2021).

Dedi meminta, pemerintah, terutama Kepolri melindungi jurnalis Indonesia. Menurut dia, ada tanggung jawab besar yang dilakukan pekerja dan perusahaan pers sebagai bagian dari kontrol sosial dan pilar demokrasi dengan menjaga kondisi bangsa agar tak mudah terhasut di tengah tekanan politik pada saat ini.

“Bahkan Presiden Joko Widodo saat memperingati hari pers nasional tak segan mengucapkan terima kasih kepada pekerja pers di seluruh Indonesia karena secara konsisten telah mewartakan kerja pemerintah, memberi dukungan dan memberikan masukan dan kritik, baik kritik pedas, maupun kritik biasa,” tandasnya.

 

Negara Butuh Kontrol Sosial Pers

Menurut Dedi, di tengah pesatnya perkembangan zaman dengan tingginya penyebaran informasi yang makin tak terbatas, tentu Negara sangat membutuhkan kontrol kehadiran pers dalam peranannya melawan kekacauan informasi.

Munculnya berita hoax, ujaran kebencian dan proxy war yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara membutuhkan peranan pekerja dan perusahaan pers untuk meluruskan pada tatanan yang benar.

“Inilah yang menjadi tanggung jawab terbesar pekerja dan perusahaan Pers, terutama peranannya menciptakan masyarakat yang sehat dalam mencerna informasi.” terang dia.

Selain kontrol masyarakat, menurut Tokoh KSBSI ini, bahkan pers di zaman teknologi ini dapat menentukan kemana sebuah peradaban akan dibawa.

“Karena itu tanggung jawabnya sangat besar. Sehingga wajib bagi pemerintah dan kepolisian serta aparat TNI, melindungi mereka.” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL