Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

OTOMOTIF

Langkah Bijak Merawat Mobil di Garasi Saat PPKM

badge-check


					Langkah Bijak Merawat Mobil di Garasi Saat PPKM Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Akibat gelombang penyebaran Covid-19 meningkat tajam, Pemeritah pusat tegas menetapkan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk wilayah Jawa dan Bali. Alhasil, banyak karyawan kantor dan para pelaku usaha non-esensial disarankan tinggal di rumah sejak 3 sampai 20 Juli 2021.

Dampaknya, banyak kendaraan roda empat sebagai sarana mobilitas jadi terhenti. Bahkan saat posisi engine off cukup lama, bukan berarti hal ini jadi baik. Namun sangat mungkin timbul kendala jika kendaraan tidak dilakukan pemeriksaan.

Cek kondisi tapak ban.

Dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (13/7/2021) Samsudin selaku  Aftersales Support PT Astra International – Peugeot menjelaskan “Mobil lama diam atau jarang dipakai bukan berarti performannya makin membaik. Apalagi kalau diamnya di area terbuka yang berisiko terpapar langsung terik matahari atau hujan. Efeknya bodi mobil bakal terlihat kusam, komponen berkarat hingga jadi sarang hewan pengerat.”

Nah, adanya waktu senggang sebaiknya Sobat Peugeot memantau kondisi kendaraan. Terutama di area terbuka disarankan untuk rajin mencuci mobil. Selain itu, cek juga kondisi area di sekitar mesin apakah terlihat bekas sarang hewan pengerat seperti tikus. Karena binatang jenis ini rawan merusak komponen terutama komponen kelistrikan.

Memanaskan mesin serta menyempatkan diri untuk menjalankan mobil juga disarankan. Tidak usah jauh-jauh, cukup di area komplek perumahan saja. Hal ini mesti dilakukan yang mana tujuannya adalah untuk menormalkan profil tapak ban yang lama diam.

“Contohnya jika awalnya tapak ban ada di posisi paling bawah, ya harus diputar posisinya. Sehingga profile semua tapak ban Mobil tetap bundar alias tidak peang,” urai Samsudin.

Keuntungan lain dari menjalankan mobil sesaat juga banyak. Diantaranya adalah dapat langsung mengecek fungsi dari rem mobil secara keseluruhan. Baik itu mobil yang didukung sistem ABS atau tidak. Bahkan fungsi power steering jika ada kendala pun dapat langsung dirasakan. Sehingga berkendara pun jadi tetap aman juga nyaman.

“Trik ini juga dapat memantau fungsi aki serta komponen kelistrikan seperti headlamp, foglamp, lampu senja hingga lampu indikator sein. Tidak lupa juga memantau fungsi wiper, power window juga audio sistemnya,” imbuhnya.

Keuntungan menjalankan mobil jarak dekat pun bisa melihat kondisi ban terutama tekanan anginnya. Maklum mobil lama tidak jalan biasanya tekanan angin ban sering berkurang. Bila berkurang, mobil bisa langsung ke gerai pengisian angin terdekat untuk lakukan pengecekan.

“Untuk mengetahui berapa ukuran tekanan angin ban mobil Peugeot, biasanya data tekanan angin bisa lihat di bodi mobil bagian kiri. Tepatnya area dalam pintu pengemudi,” tutup Samsudin sambil mewanti agar selalu membebaskan poisi handbrake dan membiasakan mengganjal roda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Perluas Jangkauan Bisnisnya Store Apparel Tracker Kini Membuka Oulet Perdananya Di Bintaro Jakarta Selatan

15 Februari 2026 - 16:32 WIB

Bawa Teknologi Balap Untuk Sepeda Motor Di Indonesia, UMA Racing Luncurkan Pelumas High-Performance

11 Februari 2026 - 18:38 WIB

Rexco Kembali Hadir Ramaikan Dunia Otomotif di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026

7 Februari 2026 - 23:50 WIB

Populer OTOMOTIF