Menu

Mode Gelap
Kapolri Pilih Mundur dan Jadi Petani daripada Polri di Bawah Menteri Tiga Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia ALTARA Sepatu Trail Running Siap Menjangkau Kebutuhan Pelari Trail Dan Pegiat Luar Ruangan Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi Istana Tanggapi Mens Rea: Nikmati sebagai Stand Up Comedy Pererat Sinergi, LSM Garda Timur Indonesia Jalin Silaturahmi dengan Kodaeral VIII Manado Melalui Letkol Rudy

SOSDIKBUD

Gubernur NTB Pastikan Ketersediaan Oksigen di NTB Aman

badge-check


					Gubernur NTB Pastikan Ketersediaan Oksigen di NTB Aman Perbesar

INAnews.co.id, Mataram –Untuk memastikan ketersediaan oksigen yang aman dan tercukupi di masa pandemi Covid-19, Jumat (23/7/2021), Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., mengunjungi 2 lokasi produsen oksigen di NTB.

Gubernur meminta masyarakat tidak cemas dan panik, karena pemerintah menjamin ketersediaan oksigen dan obat-obatan untuk pasien Covid-19. Termasuk untuk kebutuhan medis dan kesehatan.

“Masyarakat diharapkan tenang. Insya Allah di NTB tidak ada kelangkaan oksigen,” kata Gubernur Dr.. Zul saat melihat pengemasan dan persiapan proses pengiriman oksigen ke pulau Sumbawa, oleh CV. Bayu Bangun Sakti (BBS Oxygen), di Jalan Lingkar Selatan Mataram.

Pada kesempatan tersebut Gubernur menegaskan bahwa demi menjaga stok oksigen yang aman di Provinsi NTB, produksi oksigen yang dihasilkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan daerah sehingga untuk sementara perusahaan tidak memenuhi permintaan dari provinsi lain.

“Ketersediaan oksigen yang diproduksi oleh CV. Bayu Bangun Sakti Mataram dan PT. Samator Gas di Gerung Lombok Barat, sangat cukup untuk stok di NTB. Bahkan permintaan dari provinsi lain tidak dilayani, demi menjaga stok yang aman bagi NTB,” jelas Gubernur.

Sementara itu, owner CV. Bayu Bangun Sakti, Max Suparta, mengaku bahwa stok oksigen untuk provinsi NTB, aman dan terkendali.

Menurut penjelasannya, saat ini kapasitas produksi bulanan perusahaan tersebut sebanyak 220 ton oksigen. Sedangkan kebutuhan sebelum pandemi hanya 80 ton oksigen.

“Artinya ada peningkatan hingga 50 persen,” kata Max.

Dijelaskan terkait adanya isu kelangkaan oksigen di Pulau Sumbawa, ia membatah bukan karena tidak ada stok oksigen. Tetapi karena persoalan proses pendistribusian dan waktu pengiriman. Disamping jarak ke Bima, Dompu dan Sumbawa membutuhkan waktu tempuh yang agak lama.

Sedangkan dikatakannya, bahwa harga oksigen tetap stabil, tidak ada kenaikan, masih dengan harga Rp. 16.500,- / kg.

Untuk Rumah Sakit (RS) yang menggunakan liquid tidak terjadi kelangkaan, karena kontinuitas stoknya terjaga. Terutama yang di Pulau Lombok.

Guna menjaga ketersediaan pasokan di RSUD se-Pulau Sumbawa, pihaknya juga akan memasang tangki penyimpan oksigen Microbulk sistem oksigen cair di RS H.L. Manambai Abdulkadir yang berkapasitas 3 ton, RSUD Kota Bima 1 ton, dan RSUD Asy-Syifa 2 ton.

“Ini semua untuk tetap menjaga stok oksigen di RS,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Eka

    Untuk hari ini Jumat untuk umum tidak dilayani karena ada perbedaan alasan. Alasan yg di tulis sehubungan dgn jadwal distribusi ke RSUD SE- NTB, Alasan yg lain karena pompa oksigennya sedang dalam perbaikan.. ini yg membuat masyarakat menjadi bertanya tanya… Apa yg terjadi disini…

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Juga

Adian Husaini: Fikih Dakwah Natsir Jadi Solusi Atasi Bencana di Indonesia

15 Januari 2026 - 19:12 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

5 Januari 2026 - 08:31 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

Rumah Proses Wayang Kautaman Sukses Menampilkan Pagelaran Kolaborasi “Sayap Jatayu “

16 November 2025 - 20:44 WIB

Populer BUDAYA