Menu

Mode Gelap
Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Peneliti: Mukjizat bagi Indonesia YLBHI Kecam Kesepakatan Prabowo dengan Trump Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

RAGAM

OnePride FN 51 “The Victory Fight”

badge-check


					OnePride FN 51 “The Victory Fight” Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta- OnePride MMA Fight Night 51 akan kembali hadir untuk pemirsa tvOne akhir pekan ini Sabtu, 23 Oktober 2021 pukul 22.00 WIB. Mengusung tema The Victory Fight OnePride MMA akan menyuguhkan 4 partai seru, yakni Title Fight Sabuk Juara Kelas Strawweight dan 3 partai perbaikan peringkat. 

Gelaran OnePride MMA berjalan tanpa penonton dan menerapkan standard protokol kesehatan yang ketat.

Laga utama OnePride MMA Sabtu nanti adalah Partai Perebutan Sabuk Juara Kelas Strawweight antara Sang Jawara Billy Pasulatan melawan Ahmad Sopiyan. Sebagai petarung dengan latar belakang Taekwondo, Billy mampu mengintegrasikan gaya tradisionalnya ke dalam permainan MMA. Bahkan permainan bawahnya terbukti ampuh dengan kemenangan dengan cara submission. Sementara lawannya Ahmad Sopiyan yang merupakan petarung asal Tangerang, Banten, saat ini memegang rekor 4 kali menang dan 1 kali kalah. Ahmad Sopiyan yang mempunyai latar belakang bela diri Mixed Martial Arts ini memliki julukan “The Destroyer”.

Pada co-main event nanti Yusuf Susilo akan bertarung menghadapi Andrey Pakaryanto dalam partai perbaikan peringkat kelas bantam. Yusuf Susilo, petarung asal Salatiga yang saat ini berusia 38 tahun. Yusuf dikenal sering melakukan tendangan saat bertarung karena background bela diri Karate yang dimilikinya. Lawannya yaitu Andrey Pakaryanto adalah petarung asal Kotamobagu, Sulawesi Utara. Petarung dengan rekor 3 kali kemenangan dan 1 kali kalah ini memiliki disiplin bela diri Taekwondo dan Boxing.

Partai selanjutnya adalah perbaikan Peringkat Kelas Women Strawweight, Inandya Citra akan melakoni pertarungan kontra Melpida Sitohang. Pertarungan ini adalah rematch dari pertarungan OnePride MMA FN 20 di mana terjadi insiden di mana jari dari Melpida tidak sengaja menusuk mata Inandya. Sehingga pertarungan tidak bisa dilanjutkan dan Melpida harus menerima kekalahan diskualifikasi. Melpida sendiri memiliki latar belakang bela diri Wushu Sanda, sementara Inandya memiliki latar belakang bela diri BJJ dan Muaythai.

Terakhir adalah partai perbaikan peringkat kelas Flyweight antara Galih Tornado melawan Javier Van Theola. Galih adalah fighter berusia 26 tahun, kelahiran Kota Semarang. Galih Tornado memiliki latar belakang bela diri Wushu dan Muaythai. Sementara lawannya Javier petarung berusia 30 tahun asal Kota Jakarta. Memiliki rekor bertarung 2 kali menang dan belum pernah kalah, ia memiliki disiplin bela diri Kick Boxing dan Muaythai.

Saksikan OnePride MMA Fight Night 51 “The Victory Fight” di layar tvOne LIVE hari Sabtu, 23 Oktober 2021 pukul 22.00 WIB atau streaming melalui website tvonenews.com.

One Pride MMA adalah promotor MMA terbesar di Indonesia menghadirkan lebih dari 400 petarung dari 50 klub yang tersebar di Indonesia.

Untuk berita terbaru terkait One Pride MMA, silakan kunjungi www.onepride.net, ikuti kami di Twitter @OnePrideTVOne, Instagram, Youtube, dan FB di @OnePrideIMMA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Inilah Program Unggulan yang akan tayang tvOne di Bulan Ramadan dan Lebaran 1447 H

13 Februari 2026 - 00:19 WIB

Rayakan 18 Tahun tvOne Hadirkan Dialog Kebangsaan dan Special Event “Menyalakan Harapan, Menatap Masa Depan”, serta Damai Indonesiaku Special, Doa Untuk Negeri, Bersama Ustd Abdul Somad

13 Februari 2026 - 00:02 WIB

Rooms Inc Sudirman Jakarta Gelar Sudirman Street Run Bersama Komunitas Lari

27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Populer GAYA HIDUP