Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

OTOMOTIF

Goodyear dan Monolith Berkolaborasi untuk Pengujian Karbon Hitam Sebagai Indikator Pengurangan Emisi

badge-check


					Goodyear dan Monolith Berkolaborasi untuk Pengujian Karbon Hitam Sebagai  Indikator Pengurangan Emisi Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta –  Goodyear Tire & Rubber Company hari ini mengumumkan telah menandatangani perjanjian kerjasama dan letter of intent (LOI) dengan Monolith untuk pengembangan dan potensi penggunaan karbon hitam yang dihasilkan dari metana dan/atau biometana untuk ban.

Goodyear menjadi pemimpin dalam industri dengan menggunakan jenis karbon hitam yang dihasilkan melalui proses pirolisis metana berbasis plasma, dimana akan membantu pekerjaan Goodyear mengidentifikasi, menentukan dan menggunakan bahan yang lebih berkelanjutan.

“Di Goodyear, komitmen keberlanjutan kami akan membuat dampak positif melalui pilihan bahan yang kami gunakan,” kata Chris Helsel, Wakil Presiden Senior, Operasi Global dan Chief Technology Officer, dalam siaran persnya pada Selasa, 21/12/2021.

“Kolaborasi kami dengan Monolith adalah salah satu contoh bagaimana kami menggunakan bahan berkelanjutan dalam produk berkualitas yang menjanjikan masa depan yang lebih baik.” tambahnya.

Pengujian karbon hitam sebagai indikator pengurangan emisi.

Karbon hitam adalah bahan utama pembuatan ban, menimbulkan senyawa pada ban yang meningkatkan kekuatan, daya tahan pada tusukan, dan ketahanan abrasi. Ban konsumen pada umumnya terbuat dari 15-20% karbon hitam berbanding berat total ban. Karbon hitam tradisional berasal dari pembakaran minyak sisa atau minyak tar batubara.

Goodyear kini tengah mengevaluasi karbon hitam yang dihasilkan dari metana dan/atau biometana sebagai bagian dari riset bersama Monolith, pemimpin dunia dalam produksi bahan dan hidrogen bersih. Proses berbasis plasma Monolith memanfaatkan listrik terbarukan untuk menyelesaikan pirolisis metana dan menghasilkan keluaran hanya pada karbon dan hidrogen.

Sementara itu Rob Hanson, Co-Founder dan CEO, Monolith, menyampaikan “Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Goodyear dalam karbon hitam bersih berkualitas tinggi untuk Goodyear dan mendukung misi mereka untuk membuat ban Goodyear lebih berkelanjutan.”

Lebih lanjut Hanson menyatakan “Dirinya merasa terhormat dapat bekerja sama dengan perusahaan seperti Goodyear yang berbagi semangat bersama dalam menciptakan produk berkualitas yang diproduksi secara bertanggung jawab, dan kami sangat ingin melihat kemajuan apa yang akan dibawa kolaborasi ini ke dalam industri ban.”

Penilaian proses siklus hidup yang dirampungkan untuk Monolith oleh pihak ketiga menunjukkan proses berbasis plasma harus menghasilkan manfaat bagi lingkungan di seluruh phase nya, termasuk pengurangan emisi karbon, dibandingkan dengan karbon hitam yang diproduksi secara tradisional.

Selain itu, penilaian siklus hidup menunjukkan bahwa teknologi ini memiliki potensi dampak karbon-netral hingga karbon-negatif, berdasarkan peningkatan pemanfaatan bahan baku biometana, disandingkan dengan gas alam di masa depan.

Penilaian siklus hidup Monolith saat ini dijadwalkan untuk menjalani tinjauan eksternal dan rincian lebih lanjut tentang manfaat lingkungan kuantitatif sehingga dapat dikabarkan hasilnya dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

PT Altama Surya Anugerah Berikan Perlindungan Hukum Merek Tekiro, Konsumen Jangan Terkecoh Nama Merek Mirip Tekiro

28 Desember 2025 - 18:46 WIB

Jangan Terkecoh Harga Murah, Hati Hati Banyak Beredar Busi NGK Palsu

18 Desember 2025 - 19:13 WIB

Penghujung Tahun 2025 Blazer Indonesia Club Menggelar Rapat Kerja Nasional

14 Desember 2025 - 17:38 WIB

Populer OTOMOTIF