Menu

Mode Gelap
Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi Istana Tanggapi Mens Rea: Nikmati sebagai Stand Up Comedy Pererat Sinergi, LSM Garda Timur Indonesia Jalin Silaturahmi dengan Kodaeral VIII Manado Melalui Letkol Rudy Strategi Prabowo Biayai Program Besar: Dari Hilirisasi-Sita Kebun Sawit Ilegal Program Sekolah Rakyat untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan Pegawai SPBG Mudah Jadi ASN, Guru Honorer Puluhan Tahun Terabaikan

PENDIDIKAN

SKSG UI Ingin Santri Perhatikan Etika di Media Sosial

badge-check


					Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia Ajari Santri Etika Bermedia Sosial Perbesar

Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia Ajari Santri Etika Bermedia Sosial

LOMBOK – Sebagai salah satu Perguruan Negeri terkemuka di Indonesia, Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia selalu mengedepankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Penelitian, Pendidikan, dan Pengabdian Masyarakat.

Salah satu implementasi yang saat ini tengah dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Berlokasi di Desa Sembalun Bumbung, Sembalun Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, SKSG UI melakukan pelatihan pada 100 orang santri dan santriwati.

Pelatihan dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini mengusung tema etika bermedsos untuk santri dan santriwati dengan materi berupa pengertian serta praktek penggunaan dan beretika dalam bermedia sosial.

Menurut Wakil Direktur SKSG UI, Dr. Eva Achzani Zulfa. SH.MH. acara yang dilakukan dari tanggal 5 – 9 Agustus 2022 ini ini merupakan kesempatan bagi SKSG UI untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal ini karena, Dr. Eva mendapati fakta di lapangan bahwa membimbing siswa santri di saat pandemi masih sulit. Terlebih lagi, umumnya santri dan santriwati yang mereka latih adalah anak-anak yang dibesarkan dan dirawat oleh kakek atau neneknya, sementara orang tua mereka bekerja menjadi TKI atau TKW.

“Sehingga kebutuhan akan gadget terpenuhi, namun tidak diimbangi dengan pengawasan yang baik mengingat kakek atau nenek mereka tidak memahami media sosial alias gaptek,” kata Dr. Eva di Lombok.

Karena itu, Dr Eva mengapresiasi para pendidik mulai dari ustadz/ustadzah serta guru-guru yang mengambil peran lebih besar dalam pembinaan santri. Sebab metode dan strategi pembelajaran yang baik adalah kunci penting dalam pembinaan santri.
“Kesadaran bahwa gadget ibarat pisau yang kalau digunakan tepat akan sangat berguna, tetapi bila salah menggunakan akan berbahaya menjadi misi SKSG UI di Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini,” paparnya.

Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) adalah sekolah program pascasarjana khusus yang bersifat multi/lintas displin ilmu dengan jenjang pendidikan magister (S2) dan doktor (S3), sedangkan program studi pascasarjana yang bersifat monodisplin berada pada lingkup fakultas-fakultas terkait dengan bidang ilmunya.

Saat ini SKSG UI memiliki berbagai program studi mulai dari Kajian Stratejik Ketahanan Nasional, Kajian Kepolisian, Kajian Terorisme, Kajian Gender, Kajian Pengembangan Perkotaan, Kajian Wilayah Amerika, Kajian Wilayah Eropa, Kajian Wilayah Jepang & Asia Timur, Kajian Wilayah Timur Tengah, dan Kajian Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

USNI Serahkan Teknologi Biodigester dan Latih UMKM Kepulauan Seribu

21 Januari 2026 - 02:24 WIB

USNI Serahkan Teknologi Biodigester dan Latih UMKM Kepulauan Seribu

Presiden Prabowo Ajak Akademisi Refleksikan Kontribusi Nyata bagi Bangsa

15 Januari 2026 - 22:29 WIB

Pertemuan Prabowo dengan Para Rektor dan Guru Besar Bahas Arah Pendidikan Tinggi

15 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer NASIONAL