Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Teguk, Merek Minuman Anak Bangsa Buka Cabang di New York

badge-check


					Teguk, Merek Minuman Anak Bangsa Buka Cabang di New York Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Pernah dengar minuman dengan brand Teguk, salah satu perusahaan food and beverages anak bangsa ini berhasil membuat sejarah baru di kancah internasional.

Gerai Teguk di New York merupakan awal bukti ekspansi minuman anak bangsa sebagai produk UKM Indonesia bisa diterima di pasar dunia.

Grand opening Teguk di New York dilakukan pada sabtu 17 september 2022 (waktu New York) membuka gerai di New York, Amerika Serikat (AS) yang berlokasi di 248 Mott Street, New York, NY 10012.

CEO Teguk Indonesia Maulana Hakim yang langsung hadir saat pembukaan gerai di New York juga memberikan promo Pay as You Like dimana konsumen bisa membeli produk dan membayarnya dengan harga yang diinginkan.

Hadir di New York, berlokasi di pusat SoHo (South of Houston Street) yang merupakan area shopping dan banyak terdapat restoran.

“Untuk New York ini Teguk sekitar 80 persen menu tidak ada di Indonesia, yang semua setelah melewati R&D lebih dari 3 bulan. Hal itu untuk mengikuti market, kompetisi dan behaviour konsumen di Amerika Serikat dalam menikmati kategori minuman kekinian serta menggunakan bahan baku premium namun tetap kita jaga kehalalalannya seperti boba,” jelas Maulana dalam rilisnya 27 September 2022.

Harapan kedepan melakukan kolaborasi dalam hal ekspansi gerai di Amerika Serikat tidak hanya terbatas di New York City saja

Maulana Hakim sampaikan juga  Teguk adalah brand minuman kekinian pertama yang halal dengan berbagai series minuman dan makanan yang bervariasi, yang sejak awal memiliki visi untuk menjadi brand lokal yang go global.

Sambung Maulana, Teguk 100 persen dimiliki pelaku wirausaha Indonesia bukan franchise atau bukan model waralaba.

“Kami ingin berkembang menjadi merek makanan dan minuman (F&B) yang tersedia di semua pasar, termasuk pasar global. Hal itu sesuai dengan visi kami menjadi ritel F&B Indonesia dengan kehadiran global yang kuat, dengan memungkinkan semua orang untuk menikmati produk berkualitas tinggi dan menyenangkan dengan harga yang wajar,” jelas Maulana.

Teguk lahir pada bulan september 2018, sebagai salah satu ritel F&B yang mengalami pertumbuhan yang tertinggi.

Jumlah gerai kurang lebih 180 yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Karawang, Sukabumi, Garut, Cirebon, Tasikmalaya, dan Sumedang, dan terus meningkat.

Selain dapat dibeli secara offline, Teguk juga bisa dibeli secara online di platform delivery online dan marketplace.

“Sobat Peneguk, komunitas pecinta Teguk Indonesia, sebagai customer loyal yang ikut berperan dalam tumbuhnya TEGUK bisa sampai ke New York,” ucap Maulana.

Perkenalkan Produk Indonesia

Pendiri Teguk lainnya, Najib Wahab menyebut, Teguk memungkinkan semua orang di seluruh kelas sosial ekonomi untuk menikmati produk berkualitas tinggi dan menyenangkan dengan harga yang wajar.

Dengan dibukanya gerai Teguk di New York ini, secara langsung diperkenalkan perusahaan dan produk lokal dan warisan Indonesia ke pasar global.

“Teguk mempromosikan warisan Indonesia dalam operasi kelas dunia, dan membuktikan bahwa melalui UKM Indonesia yaitu TEGUK bisa hadir di tingkat global dan mendapat eksposur yang kuat,” sambungnya.

Dikatakannya, saat berdiri pertama kali Teguk tertarik melihat kebiasaan orang untuk membeli minuman dalam cup yang semakin meningkat.

Fenomena ini tidak hanya terjadi ketika orang berada di area pusat perbelanjaan , namun orang sudah membawa minuman dalam cup itu di ruang rapat, tempat belajar, rumah dan lain-lain.

Kebanyakan saat itu didominasi oleh brand-brand dari luar negeri yang ada di mall baik produk coffee, non-coffee yang harganya tentu mahal.

“Kini kita hadir secara global dengan produk Indonesia sendiri, dan memperkenalkan bahwa produk berkualitas itu tidak harus mahal,” katanya.

Selain memiliki unique selling point (USP) Teguk memiliki kategori food yang unik dengan dihadirkannya kategori tradisonal seperti odading, makanan yang sedang trend saat ini.

Lainnya yang unik seperti cuangki dan mie geprek yang bisa dibawa kemana saja dan diseduh dimana saja dan untuk lebih banyak orang.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI