Menu

Mode Gelap
Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

ENERGI

IOC Forum 2022, Bahas Langkah Industri Migas Era Digital

badge-check


					IOC Forum 2022, Bahas Langkah Industri Migas Era Digital Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dengan dukungan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali menyelenggarakan IOC Forum ke-3 di tahun 2022 dan peresmian fitur inovasi terbaru IOC.

IOC Forum 2022 ini dilaksanakan secara hybrid dengan mengambil tema Transformasi & Inovasi Digital Hulu Migas Indonesia, merupakan ajang kolaborasi, sharing dan penyampaian ide-ide terkait digitalisasi industri hulu migas.

IOC Forum 2022 juga merupakan pelaksanaan dari program Chapter 7A dalam Rencana dan Strategi (Renstra) Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 yaitu Digitalization dan Technology Adoption.

IOC Forum 2022 diikuti oleh 110 peserta secara offline di kantor SKK Migas di Jakarta dan 400 peserta secara online dan dibuka oleh Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf didampingi Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo, Kepala Operasi Produksi SKK Migas Bambang Prayoga, President Director Pertamina EP Wisnu Hindadari, General Manager Gas Project Jambaran Tiung Biru Ruby Mulyawan.

“International Energy Agency (IEA) memperkirakan pada tahun 2040 produksi minyak akan meningkat sekitar 105 juta barel dari produksi saat ini yang sekitar 95 juta barel. Hal ini menandakan kebutuhan minyak terus meningkat secara volume, meskipun secara prosentase akan mengalami penurunan kedepannya”, kata Nanang Abdul Manaf pada pembukaan IOC Forum ke-3.

Lebih lanjut, Nanang menyampaikan sebagai negara yang terus bertumbuh perekonomiannya, kebutuhan energi di Indonesia akan terus tumbuh.

Maka kebutuhan energi tidak bisa dipenuhi dari 1 jenis energi saja, tetapi akan dipenuhi dari energi mix termasuk didalamnya minyak dan gas. Di era industri 4.0 teknologi akan memegang peranan yang penting.

Nanang menyampaikan bagaimana bisa memonetisasi gas marginal di area remote yang bisa dikembangkan secara komersial.

Salah satu keberhasilan dalam forum IOC tahun ini adalah improvement yang secara long term dapat meningkatkan kinerja.

“Peranan IOC sangat dibutuhkan karena dengan teknologi tidak boleh lagi ada sumur mati yang baru diketahui dalam waktu 2-3 hari. Harus real time agar bisa segera ditangani, maka dengan digitalisasi dan improvement di IOC maka sumur yang mati bisa diketahui secara real time”, kata Nanang.

Nanang mengingatkan bahwa untuk mencapai target 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD dibutuhkan langkah nyata.

Jika sekarang tidak melakukan perubahan maka tidak akan mencapai apa yang ditargetkan.

“Saya mengutip filosof Lau Tze bahwa untuk menempuh perjalanan 1.000 mil harus dimulai dari 1 langkah. Untuk mencapai target di tahun 2030 langkah-langkah nyata harus dimulai, termasuk kegiatan IOC Forum tahun ini adalah bagian dari langkah-langkah untuk mewujudkan pencapaian target yang telah ditetapkan dalam Renstra IOG 4.0”, tegas Nanang.

Pada kesempatan yang sama Wisnu Hindadari menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas yang terus meningkatkan digitalisasi dalam operasional hulu migas.

Wisnu menyampaikan kegembiraannya bahwa Pertamina EP bisa mendukung dan menjadi bagian dari perkembangan IOC SKK Migas.

“Salah satu program Pertamina EP sebagai wujud nyata dari implementasi transformasi digitalisasi di PEP adalah Integrated Monitoring System (IMS). Di era Industri 4.0, PEP terus berinovasi menerapkan teknologi digital, dengan pengelolaan data yang terintegrasi memungkinkan kecepatan, keakuratan, simplifikasi dan dinsergi lebih optimal. Terutama pada data yang saling terkoneksi pada kegiatan operasional” terang Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu menyampaikan PEP melakukan pendekatan digital transformasi dalam bisnis perusahaan yang diharapkan dapat mengakselerasi produksi migas pada seluruh aset PEP di seluruh Indonesia secara terintegrasi yang berjumlah 104 titik dari Rantau Field di Aceh hingga Papua Field di Sorong.

Sehingga seluruh pemuatan dan penyerahan migas dapat dimonitor secara akurat sehingga mendukung kegiatan optimalisasi lifting migas dan menjadi pondasi dan dukungan pada target LTP 2030.

PEP berkomitmen untuk dapat mendukung pencapaian produksi yang menjadi penugasan tersebut.

Peresmian Fitur Baru IOC

Pada IOC Forum 2022 dilaunching 5 (lima) fitur baru meliputi :

Aplikasi IOC Early Warning System (EWS) SKK Migas

Integrasi Pipe Leak Detection System SKK Migas

Integrasi IOC SKK Migas dan IMS PT. Pertamina EP

Integrasi IOC SKK Migas dan PIMS Jambaran Tiung Biru (JTB)

Dashboard Decomissioning SKK Migas

Fitur-fitur baru tersebut melengkapi fitur IOC yang saat ini sudah memiliki 70 dashboard utama dengan turunan sub dashboard yang mencapai ribuan sebagai hasil kolaborasi beragam fungsi SKK Migas dan KKKS.

Untuk mendukung fleksibilitas, IOC sudah dikembangkan menjadi IOC from home sehingga 100% fitur IOC sudah bisa diakses dimana saja sepanjang terhubung dengan internet dan mendukung pengawasan 24 jam yang dilakukan oleh SKK Migas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal

12 Januari 2026 - 14:38 WIB

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Populer EKONOMI