Menu

Mode Gelap
Peringati Anniversary Ke Empat VOID DK Jakarta Menggelar AnniVacation Ke Sukabumi Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri usai Insiden Dua Hari Lalu Sidang TPPU Hasbi Hasan: Integritas Jaminan Hakim Bebas Intervensi Legitimasi Pemerintah 80 Persen Vs Demokrasi 20 Persen Marak Makelar Dapur MBG, Kepala BGN Diminta Turun Lapangan Tinjau Dapur 3 T Amien Rais Kritik Rencana Pembukaan Kebun Sawit Baru di Tengah Ancaman Banjir

EKONOMI

Bamsoet Dorong Pertumbuhan Industri Kosmetik Indonesia

badge-check


					Bamsoet Dorong Pertumbuhan Industri Kosmetik Indonesia Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta –  Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah De Bright Skin (DeBS) menunjuk Krisdayanti sebagai Brand Ambassador. Hal ini dilakukan melalui penandatanganan MoU antara founder DeBS Dewi Puspa dengan Krisdayanti, di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

“DeBS bergerak dalam bidang penjualan langsung, dengan produk unggulan kosmetik untuk wanita dan pria. Berbagai produk skincarenya merupakan racikan anak bangsa yang diproduksi di pabrik PT Ratansha Purnama Abadi di Sumedang, Jawa Barat. Skincare lokal yang kualitasnya tidak kalah bagus dengan produk skincare dari luar negeri, sekaligus telah memenuhi standar CPKB (cara pembuatan kosmetika yang baik), serta memenuhi berbagai ketentuan yang diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” ujar Bamsoet usai menyaksikan penandatanganan MoU antara DeBS dengan Krisdayanti, di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Turut hadir dari DeBS antara lain founder Heni Purnamasari, CEO Fauziah dan legal director Ina Rachman.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, penunjukan Krisdayanti sebagai brand ambassador sangat tepat. Karena, cerminan perempuan Indonesia yang aktif dan energik, dengan beragam aktifitas dari mulai keluarga hingga sebagai wakil rakyat di DPR RI, namun tetap peduli menjaga penampilannya agar tetap sehat. Kesediaan Krisdayanti menjadi Brand Ambassador DeBS merupakan wujud dukungan terhadap produk kosmetik anak bangsa, agar bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

“Di tengah perasaan was-was terhadap proyeksi pelambatan pertumbuhan ekonomi global dan nasional, kehadiran perusahaan kosmetik seperti DeBS menjadi angin segar, terutama dalam konteks penyerapan tenaga kerja, serta membangun optimisme dan geliat pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Sekaligus menambah pesat pertumbuhan industri komestik di tanah air,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum SOKSI dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan sektor kosmetika yang mencakup industri farmasi, kimia, dan obat tradisional sudah mencapai 9,61 persen pada tahun 2021. Sementara, data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat pada kurun waktu tahun 2021 hingga Juli 2022, jumlah perusahaan kosmetik meningkat dari 819 menjadi 913 perusahaan. Secara global, perkembangan industri kecantikan dan farmasi Indonesia menempati peringkat ke-9 di dunia.

“Kementerian Perdagangan melaporkan bahwa ekspor produk kosmetik tumbuh 18 persen dibandingkan tahun lalu. Lebih dari 50 persen pasar ekspor produk kosmetik Indonesia terdistribusi ke negara-negara Asia, seperti Thailand, Singapura, Uni Emirat Arab, Jepang, India dan Cina. Saya yakin dengan segala kapasitas yang dimiliki, terlebih dengan dukungan Krisdayanti sebagai Brand Ambassador, DeBS dapat semakin menghadirkan produk-produk kosmetik yang berkualitas, aman, dan berdaya saing, serta berorientasi pada ekspor,” pungkas Bamsoet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

PLN Keluhkan Teknologi Datang Lebih Dulu dari Regulasi

29 Januari 2026 - 09:59 WIB

Harga Mahal dan Regulasi tak Pasti Jadi Penghalang Investasi EBT

29 Januari 2026 - 07:57 WIB

2026 Tahun Berat untuk Ekonomi dan Demokrasi Indonesia

28 Januari 2026 - 21:35 WIB

Populer EKONOMI