Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

PENDIDIKAN

Tim KKM USNI Inovasikan Tiga Produk Turunan Berbahan Dasar Limbah Singkong

badge-check


					Dorong Kemajuan UMKM, Tim KKM USNI Inovasikan Tiga Produk Turunan Berbahan Dasar Limbah Singkong / Foto: Dok USNI Perbesar

Dorong Kemajuan UMKM, Tim KKM USNI Inovasikan Tiga Produk Turunan Berbahan Dasar Limbah Singkong / Foto: Dok USNI

JAKARTA, INAnews – Demi mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) menggelar kegiatan Pengabdian pada Masyarakat di wilayah Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat.

Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari yakni pada 8, 13, dan 14 Desember 2022 ini merupakan masuk dalam Program Kegiatan Kemandirian Masyarakat (KKM) ini dilaksanakan oleh USNI atas prakarsa dari Kemenristekdikti RI.

Menurut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama USNI, Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom, KKM kali ini mengusung tema “Peningkatan Nilai Jual dan Nilai Guna Limbah Keripik Kaca AKOPA melalui Penguatan Merek di Media Promosi Berbentuk Daring.”

Kegiatan diadakan di Balai Rakyat Rukun Warga 06 Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Adapun pelaksanaan pengabdian yang diikuti oleh Ir. Nurhayati, M.Si (Nunung) selaku Dosen Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, USNI, bersama dengan Risqi Inayah Dwijayanti, S.I.Kom., M.I.Ikom (Ina) dan diketuai oleh Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom (Frad). Baik Ina maupun Frad, keduanya merupakan Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, USNI.

Para peserta yang hadir dalam kegiatan pelatihan dan sosialisasi kegiatan ini kurang lebih 30 orang, mereka terdiri dari Mitra UMKM AKOPA Snack, Ibu-Ibu PKK Karang Taruna serta Warga di sekitar RW 06. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai dari pelatihan Mitra UMKM Keripik Kaca AKOPA Snack serta pendampingan intensif, kemudian ditutup dengan evaluasi kegiatan.

Program KKM USNI tersebut dimulai dari pemaparan materi tentang olahan sisa parutan atau “bungkilan” singkong sebagai bahan baku utama Keripik Kaca AKOPA untuk dimanfatkan kembali menjadi tepung singkong atau tepung tapioka yang diberi nama “Cassava Flour”.

Setelahnya, kulit singkong juga bisa diolah menjadi Keripik Kulit Singkong dengan nama “Cassava Stick”, kemudian pemurnian minyak jelantah hasil penggorengan “Cassava Stick” untuk diolah menjadi lilin wangi yang diberi label “Cassava Candle”.

“Ketiga produk turunan Keripik Kaca AKOPA tersebut dikemas sedemikian rupa nilai guna suatu produk untuk ditingkatkan dari sisi desain maupun pola promosinya di ranah digital,” jelas Frad.

Pria yang bertugas sebagai Ketua Pelaksana dalam KKM USNI tersebut juga menyatakan bahwa USNI memiliki tekad untuk memberi pembinaan berwawasan lingkungan pada Mitra UMKM Keripik Kaca AKOPA, Ibu-ibu PKK, Karang Taruna, dan Masyarakat RW 06 Kelurahan Petamburan Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat agar Mitra UMKM memiliki bekal keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sejalan dengan itu, diharapkan juga menumbuhkan kepedulian untuk meminimalisir limbah buangan, bahkan mengolahnya menjadi produk turunan dari Keripik Kaca AKOPA tersebut.

Pada gilirannya, lanjut Frad, diharapkan dapat mencegah pencemaran lingkungan, kemudian tiga produk turunan berupa Cassava Flour, Cassava Stick, maupun Cassava Candle dapat dipromosikan melalui ragam media promosi di kanal daring.

“Inovasi ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan ekonomi hijau dan ekonomi digital (green economy and digital economy) sesuai dengan tema khusus yang diarahkan oleh Kemenristekdikti RI,” lugas Frad.

Berbagai zat fermentasi alami singkong sisa parutan dapat diantisipasi, demikian pula netralisir Zat Sianida pada Kulit Singkong dinetralisir untuk diolah kembali menjadi bahan pangan popular berbentuk keripik.

Berikutnya minyak jelantah penggorengan keripik tersebut diolah menjadi lilin wangi, sehingga meningkat nilai guna limbah bahan baku produk utama dengan nilai jual yang jauh lebih memadai di pasar.

“Apalagi promosi penjualannya disediakan melalui berbagai kanal daring, baik media sosial maupun tempat bertransaksi di pasar digital (marketplace),” pungkas Frad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

7 Januari 2026 - 08:16 WIB

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

NU tak Bisa Dikooptasi: Kepala Dipegang, Ekor Belum Tentu Ikut

5 Januari 2026 - 21:32 WIB

Cerita Proyek Sarapan Siswa yang “Agak Sensitif”

29 Desember 2025 - 12:39 WIB

Populer PENDIDIKAN