INAnews.co.id Manado– Proyek Normalisasi Anak Sungai Malendeng, yang ada di Kelurahan Perkamil, Kecamatan Paal 2, yang lebih tepatnya di belakang Poltekes Manado, diduga menjadi penyebab terjadinya banjir yang ada di wilayah tersebut.
Dari hasil pantauan awak media pekerjaan tersebut tidak seluruhnya dibangun, karena ada beberapa sebagian tanggul masih memakai tanggul yang lama dan hanya disusun dengan tanggul yang baru.
Mirisnya lagi sampai saat ini proyek yang diduga siluman tersebut, tidak selesai sampai pada akhir masa pekerjaannya, diketahui proyek tersebut menelan anggaran sebesar 2 miliyar lebih. Jumat 27 Januari 2023.
Salah satu warga yang tinggal di wilayah tersebut menyebutkan sangat kecewa, dengan Pemerintah Kota Manado khususnya PUPR Kota Manado yang tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut, sehingga menyebabkan banjir dan menimbulkan kerugian kepada masyarakat.
“Kami kecewa dengan Pemerintah Kota Manado terlebih Dinas PUPR, karena sampai saat ini tidak menyelesaikan pekerjaan Normalisasi Anak Sungai Malendeng, sehingga menyebabkan banjir dan masayarakat yang dirugikan”, ucap Warga yang tidak mau namanya dipublish.
Warga berharap agar Dinas PUPR dapat menyelesaikan proyek tersebut sehingga masyarakat yang ada di wilayah tersebut tidak lagi mengalami kebanjiran disaat curah hujan yang tinggi.
“Saya juga berharap, Dinas PUPR dapat segera menyelesaikan pekerjaan tetsebut, agar supaya masyarakat yang ada di Perkamil khususnya Manguni 21 tidak lagi mengalami banjir seperti saat ini disaat curah hujan yang tinggi”, ujar Warga.
Warga juga meminta agar Aparat Penegak Hukum, dapat memeriksa penyelenggara dan pelaksana proyek tersebut karena sudah sampai saat ini pekerjaannya belum juga diselesaikan karena dinilai sudah merugikan Negara dan rakyat kecil.
“Kami minta APH segera memeriksa dan memproses hukum kepada Penyelenggara dan Pelaksana proyek tersebut, karena sudah merugikan Negara dan rakyat kecil”, tegas Warga.






