Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

POLITIK

Uchok Sky : PDIP Pilih Ganjar Karena Gengsi Berkoalisi

badge-check


					Uchok Sky : PDIP Pilih Ganjar Karena Gengsi Berkoalisi Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Pemerhati Sosial Politik Uchok Sky Khadafi menilai, keputusan Megawati Soekarnoputri menjadikan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) 2024 tidak akan berdampak banyak terhadap elektabilitas PDIP.

“Masyarakat pemilih sudah pada fase bosan karena PDIP memimpin selama dua periode ini tidak ada perubahan secara signifikan,” kata dia.

Uchok menambahkan, dipilihnya Ganjar sebagai capres bisa jadi karena PDIP enggan ikut koalisi besar.

“PDIP gengsi harus gabung gerbongnya Golkar dan Gerindra. PDIP ingin dominasi jalannya kekuasaan ke depan sepertinya dan enggan berbagi secara setara dengan parpol lainnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata dia, sosok Ganjar Pranowo yang hanya bermodalkan elektabilitas lembaga survei juga belum bisa jadi jaminan bakal memenangkan kontestasi pilpres 2024.

“PDIP gambling pilih Ganjar di tengah adanya resistensi kaum milenial imbas piala dunia U-20 yang gagal kemarin itu. Bakal terjadi konflik internal jika Ganjar gagal jadi capres,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

25 Februari 2026 - 16:05 WIB

Populer POLITIK