Menu

Mode Gelap
Prabowo Janji Buka Kampus Kedokteran Gratis untuk Anak Pemulung “Jangan Malu Orang Tuamu Pemulung”, Motivasi Prabowo untuk Siswa Sekolah Rakyat Program MBG Capai 58 Juta Penerima Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi

UPDATE NEWS

Diduga Hasil Penyelidikan Kematian Kasat Narkoba Ada Kejanggalan, Michael Jacobus Angkat Bicara

badge-check


					Diduga Hasil Penyelidikan Kematian Kasat Narkoba Ada Kejanggalan, Michael Jacobus Angkat Bicara Perbesar

 

INAnews.co.id Bitung– Baru-baru ini publik dihebohkan dengan kematian Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrets Towoliu, namun banyak yang menilai kalau kematian perwira Polri tersebut banyak kejanggalan.

Hal ini pun menjadi sorotan dan tanggapan dari banyak berbagai kalangan, salah satunya muncul dari pengacara muda asal Kota Cakalang (Kota Bitung) Sulawesi Utara Michael R.Jacobus SH.MH menurutnya hasil konfrensi Pers Polres Metro Jakarta Timur dan kesimpulan awal tidak nyambung. Selasa 2 Mei 2023.

“Saya melihat kesimpulan awal dari hasil konfrensi pers Polres Metro Jakarta Timur tampaknya belum nyambung. Dimana kesimpulan awal polisi, yang bersangkutan meninggal karena bunuh diri diakibatkan stres dengan penyakitnya akan tetapi sampai hasil konfrensi pers kemarin, belum ada alat bukti yang relevan dengan kesimpulan depresi lalu memutuskan bunuh diri oleh korban,” terang Jacobus.

Lanjut Jacobus, “kalau kesimpulannya korban bunuh diri, seharusnya ada keterangan dari pihak keluarga korban, karena pihak keluargalah yang lebih tau keseharian dan kondisi mental korban serta aktivitas korban sehari-hari” ucap Jacobus.

Jacobus juga menambahkan, selain keterangan dari keluarga korban, alat bukti lainnya adalah hasil otopsi forensik pisikologis.

“Jadi menurut saya dua alat bukti yang fundamental untuk membuktikan adanya dugaan depresi sehingga melakukan bunuh diri itu tadi. Keterangan keluarga dan hasil otopsi forensik psikologi,” ujar Jacobus.

Ditambahkannya lagi, kalau dia tidak berprasangka buruk terhadap proses penyelidikan dari pihak Polri namun sebaliknya pihaknya mendukung penuh pihak Polri untuk bertindak secara profesional.

“Kami tidak berprasangka buruk dengan proses penyelidikan ini, akan tetapi kami mendukung penuh pihak kepolisian bertindak secara profesional. Harusnya investigasi secara komperhensif terlebih dahulu, baru ada kesimpulan, bukan sebaliknya. Kesimpulan dulu baru dilakukan investigasi, semoga koreksi-koreksi konstruktif ini akan membantu pihak Kepolisian dalam menyingkapkan kasus ini secara akurat agar publik dapat melihat profesionalitas yang luar biasa”, tegas Jacobus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Populer NASIONAL