INAnews.co.id, Jakarta – Prabowo Subianto akhirnya mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Koalisi Indonesia Maju (KIM). Ia menegaskan, keputusan itu sudah tidak dapat diganggu gugat lagi.
Sejumlah pihak pun angkat bicara usai deklarasi Prabowo-Gibran Rakabuming Raka, mulai dari relawan, para tokoh, hingga partai politik (parpol).
“Saya kira tidak perlu ada pertanyaan lagi, ini keputusan aklamasi, bulat dan konsensus dan kita siap maju untuk Indonesia maju,” kata Prabowo, pada Ahad (22/10/2023) di kediamannya di Jalan Kartanegara, Jakarta.

Salah satunya adalah Dedi Hardianto selaku Ketua Umum Gerakan Pekerja Buruh Indonesia (GPBI) yang selama ini dikenal loyal terhadap Prabowo, Sesaat setelah deklarasi awak media INAnews mencoba meminta tanggapan atau respon dari Ketum GPBI ini, dalam keterangan resminya Dedi Hardianto mengatakan, sebagai Sayap Partai Gerindra, Ia mengerti kenapa Prabowo memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai pendampingnya di Pilpres 2024. Salah satunya adalah besarnya jumlah pemilih muda.
“Jumlah pemilih muda, berdasar data sekarang itu hampir mencapai 60 persen. Makanya dengan hadirnya Girbran sebagai Wakil Presiden atau pasangan Prabowo, ini adalah pilihan yang tepat. Anak muda untuk pemilih-pemilih muda,” kata Dedi kepada Wartawan di Jakarta, Selasa (24/10/2023).
Menurut dia, tantangan bagi Bangsa Indonesia saat ini adalah karena adanya bonus demografi, dan salah satunya adalah banyaknya usia produktif, usia-usia muda. Oleh karena itu harus disiapkan lapangan pekerjaan, utamanya yang berbasis teknologi dan digitalisasi.
“Karena semua hari ini sudah berbasis digitalisasi. Oleh karena itu, sebelum disiapkan lapangan kerja untuk menyerap pekerja-pekerja muda ini, pemerintah juga harus menyiapkan BLK-BLK (Balai Latihan Kerja) bagi para calon pekerja muda itu. kalau nggak disiapkan, bonus demografi itu akan menjadi musibah,” jelas Dedi.
Menurut, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Gerindra ini, sekaligus aktivis senior dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), yang harus disiapkan adalah Balai Latihan Kerja (BLK) berbasis digitalisasi, lalu UMKM-UMKM untuk pekerja-pekerja muda yang berbasis digitalisasi. Kemudian jaminan sosial untuk pekerja-pekerja muda.
“Pekerja muda ini harus dapat jaminan sosial,” imbuhnya.
Dedi menegaskan, artinya dengan banyaknya pekerja pekerja muda ini, maka pemilihan Gibran sebagai Wakil Presiden Prabowo, sudah tepat. “Karena tantangan ke depan ini adalah pemilih muda yang mencapai hampir 60 persen.” tandasnya.
Diketahui, Setelah dirembukan dengan Pimpinan Partai Politik Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto akhirnya mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi dirinya.
Keduanya berencana mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu, (25/10/2023) sekira pukul 10.00 WIB.
GPBI Sendiri sudah memastikan akan mengantar Prabowo dan Gibran mendaftar di KPU bersama Organ-organ sayap dan relawan pendukung Prabowo Presiden 2024.






