INAnews.co.id – Menurut Sudirman Said para donatur yang membantu biaya untuk logistik ditekan. Hasil lembaga survei yang dinilai tidak objektif, menjadi alasan para donatur untuk tidak memberikan bantuan lagi.
“Saya ceritakan, bagaimana pengalaman pilkada kemarin, yang penuh dengan diskriminasi. Sopir saya dijegat di tol, saat perjalanan dari Jakarta menuju Jateng. Polisi memaksa sopir mengaku bahwa sopir saya membawa uang dari hasil penjualan narkoba,” kata Sudirman, saat diskusi di Jakarta Pusat, Rabu 26 September 2018.
Di Pilpres 2019, Sudirman meminta tidak ada lagi peristiwa diskriminasi seperti yang dialaminya itu. Penyelenggara pemilu dan termasuk aparat Kepolisian, harus netral dan tidak terlibat politik praktis.
“Para donatur ditekan untuk tidak memberikan bantuan logistik. “Masyarakat sudah cerdas, biarkan proses demokrasi ini berjalan dengan semestinya, ” kata Sudirman.






