INAnews.co.id, Jakarta – Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, beberapa rumah sakit khususnya di DKI Jakarta dan telah mengumumkan adanya penyediaan layanan dokter spesialis, psikolog, psikiater dan ruang rawat khusus untuk para caleg yang gagal dalam kontestasi politik di ajang pemilu 2024.
Bukan hal gampang bagi para Calon Legislatif (Caleg) yang kalah dalam kontestasi pemilu 2024. Kerugian mereka tidak saja materiil, namun juga immateriil. Gangguan kejiwaan ini bisa juga dialami oleh Timses Caleg, bahkan Petugas petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan fans fanatik.
Beberapa diantaranya membutuhkan konsultasi ke dokter atau rumah sakit khusus yang menangani gangguan kejiwaan akibat kalah dalam Pemilihan Legislatif.
Salah satu rumah sakit yang kerap menangani gangguan kejiwaan pasca Pileg adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamansari, Jakarta. Rumah sakit ini membuka layanan gangguan kesehatan mental bagi caleg di DKI Jakarta yang kalah di Pemilu 2024.
Layanan ini siap menerima konsultasi indikasi gangguan mental dari caleg, tim sukses (timses) caleg, KPPS, fans fanatik, hingga partisipan pemilu lainnya. Layanan ini bisa diakses setiap Senin sampai Sabtu pukul 12.00-21.00 sesuai jadwal praktek psikiater.
Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari, dr Ngabila Salama mengatakan, sejak layanan ini dibuka sudah ada caleg yang mendaftar.
“Saat ini sudah 40 orang mendaftar dan beberapa diantaranya tertulis di kolom institusi sbg timses caleg di bit.lyskriningjiwarsudtamansari,” ungkapnya dr Ngabila seperti dilansir TRIBUN, Kamis (15/2/2024).
Sebagai informasi, jika ada yang ingin mendapatkan pelayanan gangguan kesehatan mental bagi Caleg di DKI Jakarta yang kalah, bisa menghubungi nomor 085892481576.
Dr Ngabila juga bilang RSUD Tamansari menyediakan ‘Layanan Uji Stress’ GRATIS (biasanya 250.000) pada selasa 20 Feb 2024. Bisa mendaftarkan diri di bit.ly/skriningjiwarsudtamansari bekerjasama dgn RS soeharto heerdjan. Nantinya, akan ada interpretasi hasil tes canggih ini oleh psikiater dan psikolog klinis dan sekaligus penyuluhan.
“RSUD kami juga berencana membuka layanan konsultasi online by zoom selama 15 menit per pasien sebagai penapisan awal kasus. Nantinya akan diputuskan apakah perlu tatap muka dengan psikiater RSUD Tamansari untuk konseling, menjalani pengobatan atau tidak.” terangnya.
RSUD Tamansari pada kondisi tertentu juga merawat kasus gangguan jiwa di rawat inap sperti Skizofrenia, Skizoafektif, Bipolar, Gangguan mental organik, dan lainnya.
Tetapi jika tidak memungkinkan akan dirujuk ke RS Soeharto Heerdjan atau Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit.






